Ketua MPR Beri Apresiasi BNPB Tangani Korban Erupsi Semeru

Dea Duta Aulia - detikNews
Selasa, 07 Des 2021 22:26 WIB
BPBD Jember Kirim Logistik dan Personel Bantu Penanganan Dampak Erupsi Gunung Semeru
Foto: Yakub Mulyono
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mendukung Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam menjalankan Operasi Penanganan Darurat Pasca Erupsi Gunung Semeru, di Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur, pasca erupsi yang terjadi pada Sabtu (4/12) lalu. Menurut Bamsoet, dalam aksi kemanusiaan tersebut ada 900 personel gabungan terlibat dalam operasi penanganan darurat di bawah kendali pos komando (posko).

"Dari laporan sementara BNPB hingga Senin (6/12) malam, korban luka-luka mencapai 56 warga, 22 warga hilang, dan 22 warga meninggal dunia. Sedangkan jumlah populasi terdampak sebanyak 5.205 jiwa dan warga mengungsi sebanyak 2.004 jiwa," katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (7/12/2021).

Ia juga mengungkapkan, angka tersebut masih berpotensi meningkat seiring proses pencarian para korban yang masih dilakukan oleh para relawan.

"Jumlah ini bisa jadi akan semakin bertambah, karena petugas di poko masih melakukan pendataan dan validasi," tambahnya.

Ia melanjutkan, BNPB bersama berbagai pihak telah membangun 19 titik pengungsian yang tersebar di 3 kecamatan, antara lain Kecamatan Pronojiwo, Candipuro dan Pasirian. Jumlah penyintas tertinggi berada di Kecamatan Candipuro dengan jumlah 1.136 jiwa, Pasirian 563 jiwa, dan Pronojiwo 305 jiwa.

"BNPB juga melaporkan, selain dampak korban jiwa, awan panas guguran Gunung Semeru mengakibatkan kerusakan di sektor permukiman, pendidikan maupun sarana dan prasarana. Posko masih terus melakukan pemutakhiran terhadap dampak kerugian material, dengan data sementara rumah terdampak 2.970 unit, fasilitas pendidikan 38 unit dan jembatan (Jembatan Gladak Perak) putus 1 unit," ujar Bamsoet.

Uluran tangan dari berbagai pihak sangat diperlukan dalam membantu saudara sebangsa yang terdampak erupsi Gunung Semeru. Kebutuhan para pengungsi antara lain berupa pakaian, selimut, makanan dan minuman, makanan bayi, susu bayi, popok, hingga pembalut. Dukungan dari masyarakat, selain meringankan beban pengungsi juga meringankan beban personel BNPB yang bertugas.

"Para personel BNPB telah melakukan berbagai upaya penanganan darurat yang saat ini memfokuskan pada pencarian dan evakuasi serta pelayanan dasar warga terdampak. Selain personel, sejumlah peralatan diterjunkan untuk membantu proses pencarian warga yang diduga masih hilang. Antara lain BNPB menyiagakan 3 unit helikopter dan Palang Merah Indonesia (PMI) mendorong 2 unit hagglund yang dapat menembus medan berat di lokasi terdampak material vulkanik," tutup Bamsoet.

(prf/ega)