Pencarian Korban Terkendala Pasir Erupsi Semeru yang Masih Panas

Dwi Andayani - detikNews
Selasa, 07 Des 2021 21:18 WIB
Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian korban erupsi Gunung Semeru di Lumajang. Tim pun disebar di sejumlah titik lokasi yang terdampak erupsi.
Proses Pencarian Korban Erupsi Gunung Semeru Terus Berlangsung (Deny Prastyo Utomo/detikcom)
Jakarta -

Pencarian korban erupsi Gunung Semeru, Jawa Timur (Jatim), akan kembali dilakukan besok. Pencarian korban dilakukan dengan mengerahkan alat berat dan hingga bantuan warga.

"Untuk pencarian ke depan kita mengoptimalkan dengan manual yaitu penglihatan, penciuman, kemudian dengan menggunakan alat berat, dengan memanfaatkan saudara kita yang ada di sana apabila ada saudara dan kerabat yang bertempat di situ kita laksanakan pencarian," ujar Komandan Posko Tanggap Darurat Bencana Dampak Awan Panas dan Guguran Gunung Semeru, Kol Inf Irwan Subekti, dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube, Selasa (7/12/2021).

Irwan mengatakan pihaknya mengalami kendala dalam proses pencarian korban. Kendala ini disebut karena pasir dari erupsi yang masih dalam kondisi panas.

"Namun ini mengalami kendala yang sangat berat, karena sampai dengan saat ini wilayah yang terdampak pasirnya tanahnya masih kondisi panas jadi alat beratpun kita tidak berani ke tempat yang masih panas," kata Irwan.

Pencarian korban dikatakan akan berlangsung selama 1 minggu. Irwan menyebut pencarian dilakukan dengan memperhatikan kondisi cuaca yang terjadi di Lumajang.

"Waktu pencarian dilakukan pagi hingga sore hari, dengan memperhatikan situasi cuaca di Lumajang, mengingat setiap sore turun hujan sehingga ini sangat berpengaruh terhadap proses pencarian. Pencarian korban akan dilakukan 1 minggu," tuturnya.

Sebelumnya, diketahui bahwa Irwan menyampaikan update jumlah korban dan pengungsi. Tercatat korban meninggal sebanyak 34 orang dan 22 hilang.

"Korban jiwa dan materi terus mengalami penambahan. Sampai dengan saat ini, korban jiwa terdapat di posko kami adalah 34 orang, 22 orang dinyatakan hilang berdasarkan laporan dari masyarakat, RT, maupun desa terkait dan untuk luka berat 22 orang," kata Irwan Subekti.

Selain itu, rumah terdampak disebutkan sebanyak 5.205 rumah. Dengan jumlah pengungsi 4.250 orang yang tersebar di beberapa tempat.

(dwia/jbr)