Polisi Ungkap Mobil Pria O Berpelat RFJ: Berarti Pegawai Pemerintahan

Yogi Ernes - detikNews
Selasa, 07 Des 2021 18:41 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan (Yogi Ernes/detikcom)
Jakarta -

Polda Metro Jaya membeberkan kasus penembakan yang dilakukan oleh Ipda OS buntut laporan pengancaman yang dilaporkan pria inisial O. Polisi menyebut pria O itu pegawai pemerintah berdasarkan pelat mobil yang dikemudikan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan mengatakan pria O menggunakan mobil pelat RFJ saat dibuntuti oleh kendaraan Ayla dari Sentul, Jawa Barat. Kendaraan berpelat RFJ itu memang dikhususkan bagi para pegawai pemerintahan.

"Pelatnya RFJ berarti dia pegawai lah gitu, pegawai pemerintahan. Nanti kita sampaikan lagi ya," kata Zulpan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (7/12/2021).

Zulpan mengatakan pihaknya pun telah memeriksa kendaraan yang dikemudikan pria O saat peristiwa penembakan berlangsung. Dia menyebut pria O memiliki wewenang dalam mengemudikan mobil tersebut.

Namun, ketika ditanya lebih jauh soal pemilik dari kendaraan itu, Zulpan enggan berkomentar.

"Kalau kewenangannya itu sudah kita teliti mobil itu iya benar. Atas namanya saya nggak cek lagi," ujar Zulpan.

Lebih lanjut Zulpan mengatakan peristiwa pembuntutan hingga penembakan yang dilakukan Ipda OS tidak melibatkan pihak lainnya. Zulpan menyebut peristiwa itu murni hanya melibatkan pria O dan Ipda OS selaku teman yang ingin membantu.

"Ipda OS juga tidak memprediksi sebenarnya ada terkait dengan perlawanan dari pada mobil Ayla tersebut pada saat dilakukan pemberhentian atau pengadangan. Jadi tidak ada hubungannya dengan yang lain ini murni pertemanan mereka. Dan Ipda OS juga sebenarnya tidak melakukan langkah-langkah katakanlah sampai ada penembakan. Tapi itu insiden di lapangan yang terjadi," kata Zulpan.

Untuk diketahui, korban penembakan Ipda OS di exit Tol Bintaro, Jakarta Selatan, mengaku sebagai wartawan yang tengah melakukan investigasi. Polisi kini bakal berkoordinasi dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) untuk mengecek keabsahan keanggotaan korban.

"Mereka menyebut diri mereka sebagai wartawan ya. Tentunya nanti kita akan berkoordinasi dengan PWI terkait dengan keabsahan keanggotaan mereka," ujar Zulpan.

Peristiwa penembakan itu berawal dari pria berinisial O merasa dibuntuti oleh sebuah mobil Ayla dari Sentul, Jawa Barat. Dalam mobil itu, berisi empat penumpang yang mengaku tengah melakukan investigasi.

Kendaraan penguntit itu melihat pelat mobil pria berinisial O bertulisan 'RFJ' dan dianggap sebagai kendaraan dinas pejabat pemerintah.

"Dia ini yang dianggap oleh pembuntut ini, melihat mobil pelat RFJ pejabat pemda. Kemudian menurunkan wanita dari hotel dan sebagainya. Ini mereka beralasan melakukan investigasi dengan terus membuntuti," ujar Zulpan.

Simak Video: Korban Penembakan Ipda OS Ngaku Wartawan, Polda Akan Periksa ke PWI

[Gambas:Video 20detik]




(ygs/gbr)