Belum Ditemukan, Pencarian Bocah Hilang di Lokasi Tukang Bakso Disetop

Muhammad Budi Kurniawan - detikNews
Selasa, 07 Des 2021 16:47 WIB
Warga Kota Samarinda dibuat geger atas kabar seorang penjual bakso keliling yang hilang secara misterius. (dok Istimewa)
Lokasi penjual bakso hilang misterius. Beberapa hari setelahnya, bocah 7 tahun juga hilang. (Foto: dok Istimewa)
Samarinda -

Pencarian Hasbi, bocah 7 tahun, yang hilang misterius di lokasi penjual bakso pernah hilang di kaki Gunung Sendawar, Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), dihentikan. Sudah 10 hari Hasbi hilang dan belum ditemukan.

"Mulai Senin (6/12) kemarin proses pencarian anak kami di Gunung Sendawar kami hentikan," ucap ayah Hasbi, Suharto, saat dimintai konfirmasi, Selasa (7/12/2021).

Hasbi, yang hilang di kaki Gunung Sendawar sejak Sabtu (27/11), sudah dicari oleh keluarga dan relawan. Tapi pencarian yang juga melibatkan ulama dan paranormal itu tak juga membuahkan hasil.

Kini orang tua Hasbi meyakini anaknya bukan hilang di Gunung Sendawar, tapi dibawa oleh orang tak dikenal dan diduga hilang di tempat lain.

"Kami meyakini Hasbi bukan hilang di gunung, melainkan hilang di tempat lain atau bisa saja dibawa seseorang," kata Suharto.

Meski pencarian telah dihentikan oleh keluarga dan relawan, masih banyak warga dari luar daerah yang ingin terlibat mencari Hasbi.

"Mereka nawarin bantu cari anak saya di sana (Gunung Sendawar)," tuturnya.

Meski pencarian Hasbi telah dihentikan, Suharto berharap ada titik terang terkait keberadaan anaknya.

"Kasihan mama Habsi, setiap malam menangis rindu dengan anaknya. Bagi masyarakat yang menemukan keberadaan anak saya, tolong hubungi kami," harapnya.

Dimintai konfirmasi terpisah, Kanit Reskrim Polsek Sungai Kunjang, Ipda Roni Wibowo mengatakan polisi hingga kini masih melakukan penyelidikan terkait hilangnya bocah Hasbi.

"Iya, ini masih dalam penyelidikan, doakan saya semoga ada titik terang keberadaan adik kita Hasbi," Kata Roni.

Sebelumnya diberitakan, Hasbi hilang secara misterius di kaki Gunung Sendawar, Samarinda, pada Sabtu, 27 November lalu. Hasbi diketahui pergi ke kaki Gunung Sendawar saat petang.

"Dia sempat pulang, bawa tebu, terus dimakan sama-sama adiknya," ujar ibu Hasbi, Qonita, saat dimintai konfirmasi wartawan, Jumat (3/12).

Setelah pulang ke rumah membawa tebu dan dimakan bersama adiknya, Hasbi lalu meminta uang kepada orang tuanya. Tapi orang tua tidak memberikan uang yang diminta.

"Minta uang ke saya, tapi karena tidak ada uang, saya nggak kasih," kata Hasbi.

Karena tidak diberi uang, Hasbi pun kembali ke luar rumah dan pergi bermain di kaki Gunung Sendawar. Hal itu tetap dilakukannya meski hari sudah petang.

Di sana, Hasbi bersama lima orang rekannya bermain di salah satu pohon durian yang sudah ditebang. Hal ini diungkapkan seorang warga sekitar, Sabil Husein, yang turut mencari Hasbi.

"Kata teman-temannya mereka main di pohon durian, muter-muter di sana," jelas relawan FKPM Loa Buah, Sabil Husein.

Tiga orang dari lima rekan Hasbi pulang ke rumah. Tak lama berselang, ibu RT setempat yang melihat anak-anak bermain menegur mereka untuk segera pulang dikenakan hari yang semakin petang.

"Ibu RT sempat ngomong ke mereka 'cepat pulang, entar kamu hilang sudah mau gelap ini'," kata Sabil menirukan perkataan ibu RT setempat.

(nvl/nvl)