14 Titik Banjir di Denpasar Bali Sudah Surut Siang Ini

Sui Suadnyana - detikNews
Selasa, 07 Des 2021 14:22 WIB
Banjir di Denpasar sudah surut. (Foto: Istimewa)
Banjir di Denpasar sudah surut. (Foto: Istimewa)
Jakarta -

Bencana banjir di 14 titik di Kota Denpasar, Bali, sudah surut. Sebanyak 13 titik sudah surut secara total dan 1 titik sedang dalam pembersihan lumpur.

"Benar saat ini sudah surut semua, tadi pagi ada di Densel masih ada satu, sudah dilakukan penyedotan. Tapi secara umum semuanya sudah mulai surut," kata Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar Ardy Ganggas kepada detikcom, Selasa (7/12/2021).

Karena banjir telah surut, pihak BPBD Denpasar kini juga mulai melakukan pembersihan di sekolah-sekolah terdampak banjir di Kecamatan Denpasar Barat.

"Secara umum sudah beres. Hari ini tinggal melakukan pembersihan, di beberapa sekolah di (Kecamatan) Denpasar Barat. Dari pagi kita melakukan pembersihan, melakukan penyemprotan," terang Ardy Ganggas.

Seperti diketahui, sebanyak 14 titik di Kota Denpasar mengalami banjir. Adapun berbagai titik banjir tersebut ada di Jalan Pulau Misol Gang I Nomor 5 tepatnya di SD 12 Dauh Puri, Perumahan Tegal Permai, Jalan Pemogan Gang Permata Hijau, Jalan Hangtuah Timur Plaza Renon, Jalan Paku Sari Nomor 104, dan Gang Cemara Nomor 10 Blok 10 Perumnas.

Kemudian Jalan Geria Anyar Nomor 88 Desa Suwung Kauh, Jalan Raya Sesetan, Jalan Antasura Utara Warung Mina, Banjar Sekah Jalan Bay Pass, Jalan Antasura, PT Indonesia Power, Jalan Bay Pass Ngurah Rai Gang III seberang Indonesia Power, dan Jalan Siulan.

Selain banjir, di Denpasar terjadi kebakaran di Jalan Tegal Dukuh Penamparan Padangsambian Kaja. Kemudian ada pohon tumbang di Jalan Bypass Ngurah Rai, Jalan Raya Sesetan Utara, barat kantor Gubernur Bali, Jalan Drupadi, dan tanah longsor di Jalan Tunjung Tutur Gang Taman Sari 5.

Ardy menegaskan sebenarnya sudah jauh-jauh hari mengingatkan masyarakat akan bahaya banjir dan sebagainya, terutama terkait informasi tentang La Nina.

"La Nina ini kan adalah fenomena alam yang keterkaitan berdampak pada curah hujan semakin tinggi. Nah kebetulan sekali di bulan Oktober, November, Desember ini kan curah hujan memang waktunya. Plus ditambah ini (La Nina maka curah hujan) akan meningkat," ungkap Ardy.

"Dari jauh-jauh hari kita sudah sosialisasi, baik lewat media sosial dan media-media yang lain, kita melakukan sosialisasi terkait ancaman La Nina. Jadi ini sudah diketahui oleh masyarakat," kata dia.

Banjir disebut akibat sampah yang menyumbat aliran air ke sungai. Simak di halaman selanjutnya.