Polwan Dipukul Prajurit TNI, Korem 102: Murni Salah Paham

Audrey Santoso - detikNews
Selasa, 07 Des 2021 13:53 WIB
Kapenrem 102/Panju Panjung, Mayor Inf Mahsun Abadi menjelaskan kasis prajurit TNI pukuli polwan di Palangka Raya.
Kapenrem 102/Panju Panjung, Mayor Inf Mahsun Abadi, menjelaskan kasis prajurit TNI memukuli Polwan di Palangka Raya. (Tangkapan layar)
Palangka Raya -

Kapenrem 102/Panju Panjung, Mayor Inf Mahsun Abadi, menyebut insiden prajurit Yonif Raider 631/Antang memukuli Polwan Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) murni salah paham. Mahsun mengaku prihatin atas kejadian itu.

"Telah terjadi kesalahpahaman antara anggota Yon Raider 631 Antang dan anggota Polda Kalimantan Tengah. Menyikapi hal tersebut, kami dari Korem 102 dan Polda memahami bahwa sinergisitas TNI-Polri, ulangi, sinergisitas TNI-Polri di Kalimantan Tengah harus tetap dipererat dan diperkuat. Itu hal yang mutlak," kata Mahsun saat konferensi pers dengan Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Eko Saputro di Korem 102/ Panju Panjung, Selasa (7/12/2021).

"Oleh karena itu, kita yakini bersama kejadian (prajurit Raider memukul Polwan) 5 Desember, Sabtu, merupakan murni kesalahpahaman. Sehingga hal itu merupakan hal yang membuat kita prihatin bersama," sambung dia.

Mahsun berharap peristiwa ini menjadi pelajaran bagi TNI-Polri di Kalteng khususnya, dan di seluruh Indonesia pada umumnya. "Dan menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi kita," tutur dia.

Sebelumnya viral di media sosial (medsos) pemukulan terhadap Polisi Wanita (Polwan) personel Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) bernama Bripda TNS oleh prajurit personel Batalyon Raider 631 Antang. Polresta Palangka Raya bertemu dengan pihak Batalyon Raider 631 Antang untuk membahas penyelesaian kejadian ini.

"Dengan adanya kejadian tersebut sebagai bahan evaluasi bersama di mana ke depannya perlu dilakukan komunikasi intensif dan kegiatan bersama dalam bentuk patroli maupun berbagai kegiatan, seperti keagamaan, olahraga bersama, dan lain-lain," ujar Kapolresta Palangka Raya Kombes Sandi Alfadien Mustofa melalui keterangan tertulis seperti disampaikan oleh Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Eko Saputro hari ini.

Hal itu Sandi sampaikan dalam koordinasi antara Polresta Palangka Raya dengan Intel Batalyon Rider 631 Antang pada Senin (6/12) pagi. Mereka melakukan koordinasi penyelesaian terkait terjadinya kesalahpahaman antara personel Raimas Ditsamapta Polda Kalteng dengan personel TNI AD Batalyon Raider 631 Antang, yang terjadi pada Minggu (5/12) pukul 01.00 WIB di salah satu kafe di Kota Palangka Raya.

(aud/fjp)