Ketum PKB Soroti Minimnya Sistem Peringatan Dini di Daerah Rawan Bencana

Nada Zeitalini Arani - detikNews
Selasa, 07 Des 2021 13:15 WIB
Ketum PKB Muhaimin Iskandar
Foto: PKB
Jakarta -

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar menyampaikan keprihatinan terhadap banyaknya korban erupsi Gunung Semeru. Menanggapi hal tersebut, ia pun menyoroti minimnya sistem peringatan dini bencana atau Early Warning System (EWS) di sekitar Semeru.

"Saya mendapat laporan kalau Early Warning System (EWS) di sekitar Semeru selama ini minim, malah di Curah Kobokan tidak ada EWS itu. Ini tentu saja PR (pekerjaan rumah) besar bagi pemerintah," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (7/12/2021).

Oleh karena itu, Gus Muhaimin yang merupakan sapaan akrabnya, mengimbau pemerintah dan pihak-pihak terkait untuk mengkaji serius persoalan tersebut. Misalnya dengan meninjau ulang serta memperbaiki sistem peringatan dini bencana di berbagai lokasi yang rawan.

"Saya imbau semua di daerah-daerah rawan sistem peringatan dini dicek betul, pastikan berfungsi dengan baik. Di satu sisi edukasi tentang mitigasi bencana bagi warga juga harus ditingkatkan," tutur Gus Muhaimin.

Lebih lanjut Gus Muhaimin menyatakan upaya untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat tidak cukup tanpa EWS yang memadai. Masyarakat tentu tidak bisa hanya mengandalkan tanda alam ketika bencana mengintai.

Dia menambahkan, EWS menjadi kunci dalam mekanisme kesiapsiagaan masyarakat. Ini akan menghubungkan tahap kesiapsiagaan dan tanggap darurat masyarakat dalam mengahadapi bencana.

"Kondisi kritis, waktu yang sempit, bencana, erupsi gunung dan penyelamatan penduduk saya kira merupakan faktor yang membutuhkan sistem peringatan dini yang baik. Kita tidak bisa hanya mengandalkan insting masyarakat misalnya, tanpa sistem peringatan (EWS) yang baik bisa saja bencana jadi luput dari perhatian mereka," tutur Gus Muhaimin.

Wakil Ketua DPR RI ini menambahkan, selain minimnya peringatan dini erupsi Gunung Semeru, edukasi soal bahaya lava panas serta mitigasi bencana juga perlu dioptimalkan lagi. Masyarakat perlu edukasi yang baik agar dapat tanggap menghadapi kondisi bencana, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah-daerah rawan bencana.

"Kalau semua ini minim, sistemnya minim, pengetahuan penduduk juga minim, ya jangan heran masyarakat sulit menyelamatkan diri," ujarnya.

Simak Video 'Momen Jokowi Tinjau Lokasi Terdampak Erupsi Semeru':

[Gambas:Video 20detik]



(ncm/ega)