Pimpinan KPK Ibaratkan Cegah Korupsi dengan 'Awas Anjing Galak'

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Selasa, 07 Des 2021 10:50 WIB
Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango
Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango (Foto: Tangkapan layar kanal YouTube KPK RI)
Jakarta -

Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango menyebut pencegahan korupsi diibaratkan sebagai bangunan rumah mewah yang harus dibangun dengan sistem yang rapat. Bahkan Nawawi mengatakan 'rumah mewah' itu dipasangkan peringatan 'awas anjing galak'.

"Yang berikutnya adalah pencegahan, di sini dibangun sistem agar tidak ada lagi ruang-ruang atau jaringan yang menutup celah untuk melakukan tindak pidana korupsi, ibaratkan bangunan rumah mewah," kata Nawawi dalam Seminar Nasional Sertifikasi dan Penyelamatan Aset BUMN dan Daerah di YouTube KPK, Selasa (7/12/2021).

"Kemudian dipagari sedemikian rupa, sehingga menutup celah untuk masuknya segala tindakan-tindakan yang tidak membahayakan bangunan rumah mewah ini, bahkan dengan mencantumkan barangkali 'awas ada anjing galak'," tambahnya.

Nawawi berharap peran anjing galak itu benar adanya. Hal itu guna mencegah benar-benar adanya celah korupsi yang masuk.

"Tapi kalau bisa anjing galaknya bener ada gitu, jangan juga ditulis 'awas ada anjing galak' gitu, ada maling mencoba masuk ternyata nggak ada anjing galaknya gitu," ujar Nawawi.

"Jadi kalau di awas ada anjing galak ya kalau bisa dalam itu lebih galak dua kali daripada tulisannya gitu, itu yang dimaksud dengan membentuk untuk mencegah perilaku korup," sambungnya.

Selanjutnya, Nawawi membicarakan soal trisula yang kerap diucapkan Ketua KPK Firli Bahuri dalam konsep strategi KPK. Konsep itu di antaranya pendidikan dan penindakan.

"KPK di era yang sekarang ini kemudian mencoba memperkenalkan konsepsi strategi pemberantasan korupsi dengan mengenalkan 3 model strategi, ini pak ketua KPK sering menyebut dirinya dengan trisula pemberantasan korupsi KPK," katanya.

"Beliau memperkenalkan dengan apa yang disebut dengan pendidikan anti korupsi. Ini dimaksudkan katanya, kita mendidik kemudian menimbulkan budaya anti korup, dari semasa anak-anak, masyarakat sedemikian rupa tentang bahaya daripada korupsi sehingga timbul kesadaran orang untuk tidak melakukan korupsi," tambahnya.

Lebih lanjut, Nawawi mengatakan penindakan merupakan upaya yang terbaik bagi KPK dalam hal pencegahan korupsi.

"Yang terpenting bagi KPK sebenarnya dari 3 trisula itu tetap adalah penindakan. Saya orang yang terus mengatakan bahwa bagi saya penindakan itu adalah model pencegahan terbaik dari Komisi Pemberantasan Korupsi, jadi model pencegahan terbaik dari pemberantasan korupsi adalah penindakan, itu bagi saya," ujarnya.

Simak Video 'Kepercayaan Publik ke KPK Turun, Novel: Pemimpinnya Lakukan Pelanggaran':

[Gambas:Video 20detik]



(azh/dhn)