Antisipasi Banjir Rob, Pemprov DKI Kebut Proyek NCICD

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Selasa, 07 Des 2021 10:37 WIB
Ibu kota Jakarta membutuhkan giant sea wall atau tanggul laut raksasa untuk mencegah terjadinya banjir rob.
Ilustrasi (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta memastikan proyek National Capital Integrated Coastal Developmet (NCICD), tanggul pantai raksasa di pesisir Jakarta terus bergulir. Tahun ini, Pemprov DKI menargetkan pembangunan tanggul pantai raksasa sepanjang 790 meter.

Proyek pembangunan tanggul pantai NCID dimulai sejak 2016 hingga 2019.

"Kemudian dilanjutkan kembali pada 2021, dengan target total sepanjang 790 meter. NCICD merupakan proyek strategis nasional untuk membangun tanggul pantai di sepanjang garis pantai Jakarta," tulis rilis dari Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) DKI Jakarta yang dilihat, Selasa (7/12/2021).

Selain penanggulangan banjir rob, Giant Sea Wall diperuntukkan buat penataan kawasan pesisir Utara Jakarta serta perbaikan lingkungan. Kepala Dinas Sumber Daya Air Yusmada Faizal mengatakan saat ini pembangunan Giant Sea Wall terkendala banjir rob di beberapa titik, seperti di Jl Lodan Pelabuhan Sunda Kelapa, Jl RE Martadinata, Tanjung Priok, Muara Baru, dan kawasan Si Pitung Marunda.

Laut pasang terjadi pada pagi hari mulai pukul 07.00 hingga 11.00 WIB, dan mulai surut di siang hingga malam hari. Kendati demikian, Yusmada memastikan proses pembangunan tanggul laut raksasa terus diupayakan dengan kerja sama berbagai pihak, terutama para stakeholder yang aktivitasnya bersinggungan langsung dengan trace tanggul NCICD.

"Dinas SDA akan mendorong dan mengupayakan agar para stakeholder yang berada di area pesisir Jakarta juga dapat turut membantu dalam proses pembangunan tanggul. Sehingga target untuk mengamankan wilayah pesisir DKI Jakarta dapat segera tercapai," kata Yusmada.

Tak hanya itu, Dinas SDA juga berencana membangun 2 sistem polder pesisir, yaitu Polder Kanal dan Polder Marunda, yang pembangunannya terdiri atas pintu air, pompa, dan waduk. Polder-polder itu akan terintegrasi dengan tanggul NCICD, yang saat ini masih berproses.

Sebagai informasi, banjir rob terjadi akibat air laut yang melimpas melewati tanggul karena tinggi tanggul existing saat ini tidak dapat menahan gelombang pasang air laut, terutama jika tinggi muka air (TMA) laut melebihi +240 PP. Rata-rata tinggi genangan yang terjadi akibat banjir rob tersebut 20-50cm.

Simak juga 'Saat Banjir Rob Genangi Pademangan Jakarta Utara':

[Gambas:Video 20detik]



(taa/idn)