Tukang Servis AC Korban Mafia Tanah Mengadu ke Kapolda Metro

Yogi Ernes - detikNews
Selasa, 07 Des 2021 10:16 WIB
Ng Je Ngay korban mafia tanah berjuang mencari keadilan. Foto dikirim pengacara Aldo.
Ng Je Ngay (kiri) korban mafia tanah di Jakbar (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Seorang lansia bernama Ng Je Ngay (70) menyurati Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran. Lansia tersebut meminta permohonan perlindungan hukum kepada Irjen Fadil setelah menjadi korban mafia tanah di daerah Jakarta Barat.

Pengacara korban, Aldo Joe, mengaku telah menyurati Kapolda Metro sebanyak lima kali. Pada Senin (6/12) kemarin, Aldo kembali datang ke Polda Metro Jaya untuk memperjuangkan kliennya, yang kehilangan rumah senilai Rp 3 miliar.

"Harga rumahnya itu diperkirakan senilai Rp 2 miliar sampai Rp 3 miliar karena NJOP-nya saja Rp 1,9 miliar. Si pelaku ini membeli dengan harga Rp 800 juta dan kebenaran itu pun kami tidak tahu," kata Aldo.

Ng Je Ngay Malah Dipolisikan

Aldo mengatakan kliennya membeli rumahnya itu pada 1990 oleh seorang warga bernama Oceng Lim. Namun, pada 2017, korban justru dilaporkan ke Polsek Tamansari atas dugaan penyerobotan lahan.

"Di situ klien kami baru tahu ada permasalahan tersebut yang mana KTP, KK, dan NPWP, buku tabungan ini semua dipalsukan pelaku. Akhirnya klien kami layangkan laporan di Polres Jakarta Barat tahun 2018," katanya.

Hasil penyelidikan polisi kemudian menetapkan pelaku inisial AG sebagai tersangka. Namun pihak korban mempertanyakan ketegasan polisi yang tidak menahan AG setelah dua kali mangkir dalam panggilan pemeriksaan.

"Saksi-saksi juga sudah mengemukakan sedemikian rupa keterlibatan pelaku di sini. Pada 5 Oktober pelaku ditetapkan tersangka. Tapi sampai detik ini belum ada kinerja lebih lanjut atau pengambilan sikap oleh Polres Metro Jakarta Barat terhadap pelaku," terang Aldo.

Selengkapnya di halaman selanjutnya

Simak juga 'Notaris yang Tipu Nirina Zubir Serahkan Diri, Ini Penjelasan Polisi':

[Gambas:Video 20detik]