Rekayasa Terbongkar! Tersangka Kasus Peti Mati di Sumut Kecewa Hasil Pilkades

Datuk Haris Molana - detikNews
Selasa, 07 Des 2021 00:55 WIB
Polisi Ungkap Rekayasa Pengiriman Peti Mati di Sumut
Polisi Ungkap Rekayasa Pengiriman Peti Mati di Sumut (Foto: Istimewa)
Medan -

Polisi menetapkan 1 tersangka kasus heboh rekayasa pengiriman peti mati di Dairi, Sumatera Utara (Sumut). Polisi pun membeberkan motifnya.

Kapolres Dairi AKBP Wahyudi Rahman mengatakan tersangka kasus itu adalah WS (35), warga Desa Paropo, Kecamatan Silahi Sabungan. Tersangka mengirim peti mati atas namanya sendiri serta dua warga setempat karena kecewa calon kepala desa yang didukungnya kalah.

"Tersangka mengirim peti mati atas namanya sendiri dan dua orang penduduk yang sama atas nama Faisal dan Jessi Situngkir pada hari Senin 29 November 2021," sebut Wahyudi dalam keterangan tertulisnya, Senin (6/12/2021).

"Menurut keterangan dari tersangka tersebut adalah karena kecewa dikarenakan pada Pilkades di Desa Paropo, calon kades yang tersangka dukung, Bongga Erwinson Situngkir mengalami kekalahan padahal tersangka sangat optimis menang, namun tersangka merasa banyak keluarga dekatnya yang tidak mendukung," ujar Wahyudi.

Dari informasi sebelumnya, nama yang tertera di peti mati itu adalah Faisal/Jesi Sinungkir dan Waldiman Sijabat. Waldiman Sijabat ini juga pihak yang melaporkan heboh kasus pengiriman peti mati itu.

Belakangan, polisi mengungkap tersangka sendiri lah yang mengirimkan peti mati atas namanya sendiri. Artinya, WS yang diungkap polisi itu tak lain adalah Waldiman Sijabat yang berpura-pura sebagai korban dan merekayasa pengiriman peti mati tersebut.

Tersangka awalnya memesan dua peti mati itu kepada pengusaha peti di Tigapanah. Kedua peti itu dipesan dengan harga Rp 3,6 juta. Peti itu akan dibayar setelah sampai di Desa Paropo.

"Selanjutnya tersangka memesan via HP kepada pengusaha peti mati di Tigapanah, Karo untuk mengirimkan 2 peti mati yang salah satunya tertulis atas namanya WS," ucap Wahyudi.

Wahyudi menyebut saat ini tersangka sudah diamankan di Polres Dairi untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. WS bakal dikenakan pasal 14 ayat (1) dari UU No 1 Tahun 10 tahun penjara.

Sebelumnya, video menunjukkan seorang warga di Dairi histeris gara-gara dikirimi peti mati viral. Polisi menyelidiki peristiwa tersebut

Dalam video viral yang dilihat detikcom, Rabu (1/12), tampak dua peti mati berwarna putih berada di atas mobil pikap. Kemudian, terlihat sejumlah laki-laki dan perempuan dalam video itu.

Seorang wanita memakai baju oranye tampak histeris. Dia terlihat berteriak-teriak. Kemudian, sejumlah orang yang berada di dekatnya tampak menenangkan wanita itu.

Sementara itu, pada salib, tertulis dua nama, yakni Faisal/Jesi Sinungkir dan Waldiman Sijabat.

"Video viral di media sosial pengiriman dua peti jenazah ke warga yang masih hidup di Paropo, Sumatera Utara, Senin (29/11/2021)," demikian narasi dalam video viral itu.

Dari informasi yang dihimpun, pengiriman peti mati itu diduga terkait dengan pemilihan kepala desa. Tiga nama yang tertera pada salib tersebut disebut merupakan tim pemenangan salah satu calon kepala desa yang kalah.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi mengatakan peristiwa itu terjadi pada Senin (29/11). Pelapornya adalah Waldiman Sijabat.

"Korban atas nama Waldiman Sijabat, sudah melaporkan, membuat laporan ke Polres Dairi. Saat ini sudah ditangani," sebut Hadi kepada wartawan, Rabu (1/12).

Simak juga 'Kalah Pilkades, Petahana Tutup Akses Menuju Curug Tilu Purwakarta':

[Gambas:Video 20detik]



(dhm/knv)