Menaker Puji Banyak Lulusan Pemagangan di Jepang Jadi YouTuber

Yudistira Imandiar - detikNews
Senin, 06 Des 2021 18:59 WIB
Menaker Puji Banyak Lulusan Pemagangan di Jepang Jadi YouTuber
Foto: Dok. Kemnaker
Jakarta -

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengapresiasi para peserta dan alumni program pemagangan di Jepang yang sukses menjadi YouTuber dengan konten kehidupan di Jepang. Ia meyakini kemampuan peserta pemagangan dalam memproduksi film pendek tersebut dapat meningkatkan taraf hidup bagi dirinya sendiri dan keluarganya.

"Tak kalah penting (peserta dan alumni pemagangan) memiliki keterampilan sehingga mempunyai daya saing dalam pasar kerja dan mampu berwirausaha dan menciptakan lapangan pekerjaan. Ini juga membantu tugas pemerintah, mengurangi jumlah pengangguran karena mampu menciptakan lapangan kerja," ungkap Ida dikutip dalam keterangan tertulis, Senin (6/12/2021).

Hal itu dikatakannya saat memberi sambutan pada acara pengumuman SMC bertajuk 'Warna-Warni Kehidupan Mengikuti Program Pemagangan di Jepang' di Jakarta. Turut hadir Direktur International Manpower Development of Organization Japan (IM Japan) Jakarta, Tamura.

Ida juga memberikan apresiasi kepada Ditjen Binalavotas yang menginisiasi ajang SMC. Ida menilai ajang tersebut membuat semakin banyak masyarakat memahami tentang program pemagangan di Jepang, sekaligus menjadi bahan publikasi dan promosi program pemagangan di luar negeri yang selama ini belum diakses secara luas kepada masyarakat.

Hasil dari SMC, lanjut Ida, juga dapat memberi gambaran kepada para calon peserta magang yang akan mengikuti program pemagangan ke Jepang dan menarik animo pencari kerja untuk bisa ambil bagian dalam program pemagangan dan dapat meningkatkan target pengiriman peserta.

"SMC ini pun memberi ruang berkarya dan apresiasi bagi peserta magang Jepang yang memiliki hobi dan kemampuan bidang perfilman," sebut Ida.

Ia mengulas sejak dimulai 1993 hingga Januari 2021, program pemagangan hasil kerja sama Kemnaker-IM Japan telah memberangkatkan sebanyak 85.415 peserta magang. Namun, saat ini program dihentikan sementara akibat adanya pandemi COVID-19. Sejatinya Pemerintah Jepang pada November 2021 lalu telah mengumumkan membuka kembali bagi warga asing ke Jepang, dan 100 ribu peserta telah siap berangkat. Namun pintu masuk Jepang kembali ditutup lantaran munculnya COVID-19 varian Omicron.

"Tetapi dalam proses persiapan pemberangkatan, Pemerintah Jepang kembali menutup perbatasan sebagai antisipasi merebaknya varian baru Omicron. Kita berharap agar kondisi ini tidak berlarut-larut, dan awal tahun depan kita sudah bisa mengirim pemagang ke Jepang," tutur Ida.

(akd/ega)