KAI Beri Bantuan Toilet Portable-Sembako untuk Korban Erupsi Semeru

Yudistira Perdana Imandiar - detikNews
Senin, 06 Des 2021 16:37 WIB
KAI
Foto: dok. KAI
Jakarta -

PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI) menyalurkan bantuan kepada korban terdampak bencana di Kabupaten Lumajang. Bantuan dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang diberikan KAI berupa tiga unit toilet portable dan paket sembako dengan nilai total Rp 60 juta.

Penyerahan bantuan dilakukan oleh Deputy EVP Daop 8 Surabaya PT KAI, Mariyanto kepada Pusdalops Penanggulangan Bencana Kota Malang Aziz Wijaya, di Balai Kota Malang, Minggu (5/12).

Terkait bantuan tersebut, EVP Corporate Secretary KAI Asdo Artriviyanto menyampaikan Kai memberikan bantuan toilet portable untuk membantu mengatasi permasalahan sanitasi masyarakat di wilayah lereng Semeru. Adapun paket sembako yang diberikan berupa mie instan, popok, kornet, biskuit, susu, dan air mineral untuk para korban erupsi.

"Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian KAI untuk penanganan bencana erupsi Gunung Semeru di Kab. Lumajang," kata Asdo dalam keterangan tertulis, Senin (6/12/2021).

Dalam penyaluran bantuan, jelas Asdo, KAI berkolaborasi dengan Satgas Bencana BUMN Jawa Timur dan berkoordinasi dengan berbagai pihak seperti Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur dan Kementerian BUMN.

Ia menambahkan penyerahan bantuan ini merupakan bantuan tahap 1 dari KAI. Perseroan, ungkap Asdo, akan kembali menyalurkan bantuan yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di lokasi bencana.

"KAI akan terus berupaya memberikan bantuan secara bertahap dalam rangka percepatan pemulihan bencana di kawasan tersebut," sebut Asdo.

Asdo mengatakan operasional kereta api di wilayah Jawa Timur saat ini masih berjalan normal. Jarak pandang masinis masih baik dan tidak ada jalur KA yang terganggu akibat erupsi Gunung Semeru. Ia menegaskan seluruh perjalanan Kereta Api dari dan ke Surabaya, Malang, Jember, dan Banyuwangi masih beroperasi normal untuk melayani kebutuhan konektivitas masyarakat dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

(prf/ega)