Kenang Sosok Gus Dur di Bukunya, Prabowo: Beliau Selalu Moderat

Inkana Izatifiqa R Putri - detikNews
Senin, 06 Des 2021 11:03 WIB
Kemhan
Foto: Dok. Kemhan
Jakarta -

Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto mengemukakan tentang sosok Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dalam buku terbarunya 'Kemimpinan Militer: Catatan dari Pengalaman Letnan Jenderal TNI (Purn.) Prabowo Subianto'.

Dalam buku ini, Prabowo menyampaikan Gus Dur merupakan seorang mentor dalam kehidupannya. Mengingat hubungan keduanya sudah terbangun cukup lama sejak ia masih berpangkat mayor.

"Pelajaran paling penting yang saya ambil dari Gus Dur adalah sifat beliau yang selalu moderat. Dengan siapa pun dia tidak mau bermusuhan, dan dia selalu mengayomi," ujar Prabowo dalam keterangan tertulis, Senin (6/12/2021).

Prabowo pun menjelaskan hubungannya dengan cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) ini berawal dari kedekatan ibunda Gus Dur dengan eyangnya. Selain karena bertetangga di Jalan Matraman 10, Jakarta Timur, usia ibunda Gus Dur dan eyangnya juga hampir sama.

"Kalau sudah suatu usia dan bertetangga, biasalah budaya suka ngerumpi bersama," ungkapnya.

"Saya terharu waktu nenek saya meninggal, ibunya Gus Dur yang memandikan nenek saya. Demikian hubungan dekat mereka," imbuhnya.

Diungkapkannya, secara pribadi, dirinya juga mengenal baik Gus Dur. Meskipun demikian, ia mengaku tak selamanya keduanya memiliki pandangan yang sama tentang sesuatu hal.

"Kita ada perbedaan pandangan, tapi, ya, di ujungnya saya sadar bahwa Gus Dur orang yang sangat visioner," katanya.

Prabowo menyatakan sikap Gus Dur, yang tidak ingin bermusuhan dengan siapa pun dan selalu mengayomi juga berpengaruh terhadap dirinya.

"Dia (Gus Dur) baik sama orang Nasrani, Kristiani bahkan sama orang Yahudi pun dia berani buka hubungan. Yang penting kita berhubungan, yang penting kita dialog. Belum tentu kita setuju dengan pendapatnya," paparnya.

"Jadi sifat untuk menghormati semua orang, sifat untuk mencari titik titik temu ini pengaruh terbesar beliau kepada saya. Semoga Hal ini dapat saya bagikan kepada saudara melalui buku ini," tambahnya.

Melalui bukunya, Prabowo mengajak seluruh masyarakat, terutama pembaca untuk menjadi bagian dari bangsa Indonesia. Salah satunya dengan menjadikan jasa para pemuda, pejuang, rakyat Nusantara terdahulu sebagai inspirasi gerakan ke depan.

"Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, saya tidak bisa tenang mengetahui banyak anggota bangsa Indonesia saat ini tidak tahu perjuangan I Gusti Ngurah Rai, Ignatius Slamet Riyadi, Wolter Monginsidi, Bung Tomo, Pak Dirman, Pangeran Diponegoro. Saya tidak bisa tenang," tandasnya.

Simak juga 'Sejarah Agama Baha'i di RI: Dilarang Soekarno Lalu Diizinkan Gus Dur':

[Gambas:Video 20detik]



(akn/ega)