Pemda Diminta Tingkatkan Prokes untuk Cegah Kenaikan Kasus COVID-19

Dea Duta Aulia - detikNews
Minggu, 05 Des 2021 21:54 WIB
Syringes with needles are seen in front of a displayed stock graph and words Omicron SARS-CoV-2 in this illustration taken, November 27, 2021. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration
Foto: REUTERS/DADO RUVIC
Jakarta -

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengatakan, terdapat kenaikan kasus COVID-19 di 21 kabupaten/kota di Indonesia. Kenaikan tersebut harus menjadi perhatian bersama agar setiap masyarakat tetap disiplin protokol kesehatan (prokes).

"21 daerah mengalami kenaikan kasus COVID-19. Ini adalah pengingat bagi kita semua bahwa virus masih ada sehingga belum saatnya kita lengah. Protokol kesehatan harus terus ditegakkan, seiring dengan upaya pengendalian pandemi yang lainnya," kata Menkominfo dalam keterangan tertulis, Minggu (5/12/2021).

Ia juga meminta kepada pemerintah daerah agar memastikan kepatuhan prokes ditingkatkan supaya proses penularan COVID-19 dapat dicegah.

"Kepada pemerintah daerah, kami mendorong peningkatan penerapan protokol kesehatan di wilayah masing-masing. Tolong terus dipantau dan dipastikan prokes tidak kendor," tambahnya.

Menkominfo menjelaskan, tingkat kepatuhan protokol kesehatan mengalami penurunan, terutama kepatuhan untuk menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Dari data monitoring kepatuhan protokol kesehatan https://covid19.go.id/ menunjukkan, warga yang terpantau patuh menjaga jarak dan menghindari kerumunan terus berkurang.

Sebagai gambaran periode 15 - 21 November 2021, lebih dari 91% orang mematuhi aturan menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Namun, pada pekan berikutnya, angka tersebut berkurang menjadi sekitar 90%. Lalu periode 29 November - 5 Desember 2021 turun lagi menjadi 89,67%.

"Artinya, pada beberapa pekan terakhir ini, secara nasional kepatuhan menjaga jarak dan menghindari kerumunan terpantau terus berkurang. Hal ini harus kita waspadai, apalagi mengingat sebentar lagi kita akan memasuki periode liburan Natal dan Tahun Baru, di mana peningkatan mobilitas harus benar-benar ditekan dan jangan sampai terjadi kerumunan," kata Johnny.

Menurutnya, pemerintah akan terus memantau perkembangan di lapangan dan menerapkan berbagai kebijakan sesuai dengan tingkat situasi di daerah. Implementasi kebijakan ini mencakup upaya mendorong pemerintah daerah memastikan masyarakat terus disiplin protokol kesehatan dan menahan mobilitas selama Nataru.

"Mari kita pastikan bersama-sama, tidak kembali terjadi peningkatan kasus di daerah manapun. Salah satu caranya, pemerintah daerah agar memastikan penerapan prokes terus diperketat. Sedangkan kepada masyarakat, kami imbau untuk mematuhi aturan yang berlaku, tetap pakai masker, jaga jarak, menghindari kerumunan, bijak bepergian. Prokes adalah senjata penting untuk mencegah terjadinya penularan, untuk kepentingan kita semua," tutupnya.

(ega/ega)