Kepuasan Kinerja Jokowi Naik, Peneliti SMRC Sebut Ada Faktor Airlangga

Mega Putra Ratya - detikNews
Minggu, 05 Des 2021 17:52 WIB
Airlangga Hartarto di forum tingkat ASEAN.
Foto: dok. Kemenko Perekonomian
Jakarta -

Peneliti senior Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Saidiman Ahmad mengonfirmasi temuan Indikator Politik Indonesia. Ini terkait tingginya kepuasan publik (approval rating) terhadap kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dalam temuan Indikator, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Jokowi pada November 2021 mencapai 72 persen. Ada kenaikan 13 poin jika dibandingkan Agustus yang sekadar 59 persen.

Menurut Saidiman, salah satu faktor pendorong tingkat kepuasan publik adalah kinerja pemerintah yang berhasil mengatasi dua persoalan utama, yakni kesehatan (pandemi covid-19) dan ekonomi.

"Kinerja tim pemulihan kesehatan dan ekonomi nasional di bawah pimpinan Airlangga Hartarto patut mendapatkan apresiasi," kata Saidiman saat dihubungi media, Minggu (5/12/2021).

Saidiman menilai, kerja-kerja teknokratis di bawah pimpinan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto berhasil memulihkan kepercayaan publik pada pemerintahan Jokowi.

"Ini modal sosial yang penting bagi pemerintah untuk kerja-kerja pemulihan dan pembangunan ekonomi mendatang," ungkap Saidiman.

Di sektor kesehatan, Saidiman mencontohkan, Indonesia berhasil menurunkan tingkat infeksi harian covid-19 dari hampir 60 ribu sehari menjadi di bawah 500 kasus per hari. Menurut Saidiman, hal tersebut merupakan pencapaian luar biasa di saat negara-negara lain masih menghadapi tingkat konfirmasi penularan puluhan ribu sehari.

"Hal ini secara langsung menjadikan warga mulai kembali melakukan aktivitas sosial dan ekonomi," kata Saidiman.

Pada saat yang sama, Saidiman melanjutkan, warga mulai merasakan perubahan ekonomi. Pada kuartal IV tahun lalu, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih minus 2,19 persen. Kuartal pertama 2021, pertumbuhan ekonomi nasional masih minus 0,74 persen.

"Tapi pada kuartal kedua tahun ini, Indonesia berhasil keluar dari resesi dengan catatan pertumbuhan ekonomi 7,07 persen. Kuartal ketiga 2021, di tengah merebaknya varian delta covid-19 yang menyebabkan pemerintah menerapkan pembatasan mobilitas masyarakat, ekonomi kita masih tumbuh 3,51 persen," jelas Saidiman.

Kendati demikian, prestasi pemulihan kesehatan dan ekonomi di bawah kepemimpinan Airlangga, yang juga Ketua Umum DPP Partai Golkar, tidak dibarengi dengan faedah elektoral yang maksimal bagi AHA, sapaan akrab Airlangga Hartarto.

"Walaupun begitu, saya percaya Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional di bawah Airlangga Hartarto tidak akan berhenti atau mengurangi kerja kerasnya," tutur Saidiman.

Sebelumnya, saat rilis hasil survei bertajuk Kinerja Presiden, Pemulihan Ekonomi Pasca-Pandemi dan Peta Elektoral Terkini, Minggu (5/12), Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengatakan, tingkat kepuasan publik terhadap Jokowi meningkat tajam dari 59 persen di bulan Agustus 2021 menjadi 72 persen pada November 2021.

"Kenaikan 13 poin dalam waktu tiga bulan ini tidak pernah terjadi sebelumnya," kata Burhanuddin.

Menurut Burhanuddin, kenaikan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Jokowi menjadi yang pertama terjadi. Selama pandemi, atau selama dua tahun berturut-turut, kepuasan terhadap kinerja presiden selalu mengalami penurunan.

Simak Video 'Survei Indikator: 72% Responden Puas Kinerja Presiden Jokowi':

[Gambas:Video 20detik]



(mpr/ega)