Ketua KPK: Festival Film Ampuh Cegah Korupsi di Masyarakat

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 04 Des 2021 22:53 WIB
Ketua KPK Firli Bahuri
Foto: Ketua KPK Firli Bahuri (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Ketua KPK Firli Bahuri memberikan sambutan dalam acara festival film anti korupsi tahun 2021. Dalam kesempatan itu Firli sempat mengingatkan betapa pentingnya pencegahan korupsi selain penindakan.

Acara festival film anti korupsi diikuti oleh 424 proposal dengan 455 karya film. Firli menjelaskan acara festival film anti korupsi sengaja digagas oleh KPK untuk terus menggelorakan semangat anti korupsi.

"Acara ini sengaja digagas KPK karena KPK meyakini tidak ada cara lain kecuali kita terus mennggelorakan semangat anti korupsi melalui salah satu pendekatan yaitu penndidikan masyarakat. Pendidikan masyarakat menjadi penting karena kita paham melalui pendidikan adalah merupakan senjata paling ampuh untuk ubah dunia," kata Firli saat memberi sambuta dalam acara festival film anti korupsi, Sabtu (4/12/2021).

Selain memberikan pendidikan kepada masyarakat, Firli menyatakan pihaknya juga tidak berhenti melakukan pencegahan. Selain itu, upaya penindakan terhadap para pelaku korupsi juga terus dilakukan.

"Kedua KPK melakukan pencegahan dengan cara perbaikan sistem dan ketiga tentunya KPK tidak pernah lelah melakukan penindakan terhadap para pelaku korupsi," ucapnya.

Firli meyakini festival film ini bisa menjadi kekuatan yang ampuh untuk mengajak lapisan masyarakat terlibat dalam upaya pencegahan korupsi. Dia juga

"Festival film anti korupsi 2021 kita gagas karena kita yakini karena melalui perfilman, cerita, dan visual sungguh menjadikan kekuatan yang paling ampuh utnuk mengajak seluruh lapisan masyarakat terlibat di dalam upaya-upaya, tindakan-tindakan pencegahan korupsi," ujarnya.

Lebih lanjut, Firli mengingatkan bahwa bebasnya Indonesia dari korupsi harus dijadikan tekat bersama. Dia menyebut tujuan negara tidak akan pernah terwujud bila masih ada korupsi.

"Bebasnya Indonesia dari korupsi bukan hanya mimpi, tapi tekat bersama, tidak pernah ada tujuan negara bisa terwujud apabila masih ada korupsi. Gagalnya tujuan negara karena masih ada korupsi," tuturnya.

(maa/dhn)