Sumur Resapan Lebak Bulus Dikritik, Gerindra DKI: Pengerjaan Perlu Proses

Marteen Ronaldo Pakpahan - detikNews
Sabtu, 04 Des 2021 19:03 WIB
Sekretaris Komisi D DPRD DKI, politikus Partai Gerindra Jakarta Syarif.
Sekretaris Komisi D DPRD DKI dari Fraksi Gerindra, Syarif (Dok. istimwa)
Jakarta -

Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta mengkritik kebijakan Pemprov DKI membuat sumur resapan yang kemudian diaspal dan dilubangi setelahnya. Fraksi Partai Gerindra merespons kritik PDIP terhadap Pemprov pimpinan Gubernur Anies Baswedan itu.

Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI yang juga Sekretaris Fraksi Gerindra DPRD DKI, Syarif, angkat bicara terkait kritikan tersebut. Sumur resapan yang kemudian diaspal ada di Jl Lebak Bulus III, Jakarta Selatan.

"Iya kalau ada sumur resapan tidak baik dan tidak bagus itu kan menjadi tanggung jawab pihak ketiga dan harus segera diperbaiki," kata Syarif saat dihubungi deticom, Sabtu (4/11/2021).

Menurutnya, dalam pelaksanaan pekerjaan yang berdampak kepada masyarakat, diperlukan kesabaran dalam menyelesaikannya. Sumur resapan berguna untuk mengurangi risiko genangan dan banjir. Namun, pembangunan sumur resapan pastilah mengganggu lalu lintas dan aktivitas warga untuk sementara waktu karena pembangunan butuh proses.

"Dalam suatu proses pengerjaan dimanapun itu perlu proses dan tidak ujug-ujug jadi, karena pendapat dari Sudin SDA Jakarta Selatan pada saat itu yang kita terima proses pemadatannya tanah kurang kan, karena ada lalu lintas juga disana," ujar Syarif.

Apalagi, dirinya juga menambahkan bahwa saat ini proses pengerjaan di Jl Lebak Bulus III sedang dalam perbaikan setelah sebelumnya menjadi persoalan. Perkembangan terakhir, aspal yang menutupi sumur resapan telah ditambah lubangnya supaya memperbanyak jalan air masuk ke sumur.

"Kalau ditutup lubangnya maka tidak ada artinya sumur resapan itu," terangnya.

Soal kritik PDIP terhadap proyek sumur resapan di lokasi, Syarif menilai kritik adalah hal yang diperlukan. Namun, tidak semua sumur resapan buruk. Ada banyak sumur resapan dibangun di Jakarta, tidak hanya di Jl Lebak Bulus III.

"Saya tidak menyalahkan teman-teman PDIP melakukan kritik itu tidak, tetapi itu sebagai masukan harus diterima, memang di Lebak Bulus itu karena kontruksi tanahnya saja yang labil, masa iya kita paksakan, jadi itu betul yang disampaikan oleh teman-teman PDIP," katanya.

(dnu/dnu)