121 Peserta Ikuti Uji Sertifikasi Manajemen SDM Abipraya Pintar

Inkana Putri - detikNews
Sabtu, 04 Des 2021 10:22 WIB
PT Brantas Abipraya (Persero), melalui Abipraya Pintar menggelar Uji Sertifikasi Manajemen SDM
Foto: Brantas Abipraya
Jakarta -

PT Brantas Abipraya (Persero), melalui Abipraya Pintar menggelar Uji Sertifikasi Manajemen SDM yang diikuti berbagai universitas di Jakarta Timur. Digelar di Kantor Pusat Brantas Abipraya dengan protokol kesehatan ketat dan bertahap, kegiatan ini diikuti oleh 121 peserta.

Adapun ke-121 peserta ini berasal dari Universitas di Jakarta Timur, yaitu Universitas Negeri Jakarta, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Universitas Dian Nusantara, Institut Bisnis Nusantara, serta Insan Abipraya dengan fungsi Human Capital.

"Ini merupakan program uji kompetensi skema supervisor manajemen SDM yang berbasis Standar Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Melalui kegiatan ini kami ingin menunjukkan komitmen Brantas Abipraya yang selalu berkontribusi mendukung pemerintah dalam memberikan pendidikan yang berkualitas untuk masyarakat Indonesia," ujar Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, Miftakhul Anas dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/12/2021).

Lebih lanjut, Anas menjelaskan uji kompetensi ini memberikan nilai tambah bagi SDM Indonesia. Mengingat saat ini sertifikasi keahlian menjadi hal penting yang dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Hal ini juga sejalan dengan program pembangunan SDM yang menjadi prioritas Presiden Joko Widodo pada tahun 2020-2024. Program ini meliputi, membangun SDM yang pekerja keras, dinamis, terampil, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta talenta-talenta global untuk ikut bekerja.

Anas menyebut pihaknya memilih sertifikasi kompetensi di bidang Manajemen SDM menjadi karena memiliki peranan penting dalam membentuk dan menciptakan SDM yang handal dan kompeten di bidangnya. Melalui kegiatan ini, setiap peserta akan memenuhi standar kompetensi kerja yang telah ditetapkan oleh pemerintah dengan menempatkan tenaga kerja yang berkompeten dan berlisensi.

Sebagai salah satu program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Abipraya Pintar turut mendorong pilar pembangunan sosial. Hal ini diwujudkan dengan menyokong pengembangan tenaga kerja di bidang manajemen SDM, dengan menggandeng Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Direktorat Jenderal Bina Konstruksi dan Balai Jasa Konstruksi Wilayah III dan IV.

Melalui sinergi ini, Anas mengatakan pihaknya dan Kementerian PUPR telah menyelenggarakan bimbingan teknis K3 Konstruksi untuk mendukung Program Sertifikasi Pekerja Konstruksi. Kegiatan ini pun sudah berjalan sejak tahun 2015 dan telah melakukan sertifikasi pekerja konstruksi sebanyak 4.258 pekerja yang mencakup personil proyek. Beberapa di antaranya pelaksana, juru ukur, juru gambar, operator, bas borong, mandor, tukang, maupun peserta sertifikasi dari perguruan tinggi negeri dan swasta.

"Tak hanya fokus mendorong pembangunan sosial, melalui program TJSL Abipraya, kami juga selalu berkomitmen untuk berperan serta menjalankan roda perekonomian Indonesia apalagi di saat bangsa kita diterpa wabah COVID-19. Dalam pelaksanaan program TJLS, kami juga berfokus dalam menyokong ekonomi, lingkungan, hukum dan tata kelola yang merupakan pilar dari tujuan pembangunan berkelanjutan," katanya.

Anas menambahkan Brantas Abipraya juga turut mendorong pemulihan ekonomi lewat pilar pembangunan ekonomi dengan memberikan modal kerja ke mitra binaannya dan penyaluran CSR. Hingga saat ini, terdapat 43 mitra binaan dengan berbagai spesifikasi bidang pekerjaan. Selain itu, pihaknya juga memberikan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi para mitra binaan.

Brantas Abipraya, kata Anas, juga menunjukkan mendukung pemerintah dalam penanganan pandemi. Berbagai kegiatan dilakukan seperti, membagikan sembako kepada masyarakat sekitar kantor pusat dan seluruh proyek di Indonesia, mengadakan vaksin gratis untuk masyarakat kelurahan Cipinang Cempedak, Jakarta dan turut aktif menggerakkan perekonomian masyarakat saat pandemi. Brantas Abipraya saat ini juga sedang menjalankan program Orangtua Asuh dengan melibatkan Insan Abipraya menjadi orangtua bagi anak-anak Indonesia yang pra sejahtera.

Pada pilar pembangunan lingkungan, Brantas Abipraya bersama perusahaan BUMN lainnya berkontribusi menyediakan fasilitas air bersih di Sukabumi. Sejak tahun 2018, Brantas Abipraya juga telah melakukan penanaman 12.500 bibit pohon sengon dan mengelolanya dengan bermitra bersama warga lokal di Kampung Legok Banteng, Desa Cijayanti, Bogor. Di tahun 2020, Brantas Abipraya juga melakukan penanaman ribuan pohon di area PLTM Padang Guci, Bengkulu.

Anas menyebutkan, kegiatan TJSL ini telah meraih beberapa penghargaan. Salah satunya penghargaan sebagai Best TJSL Award 2021, kategori Infrastruktur.

"Kami sangat berterima kasih atas apresiasi yang diberikan untuk Brantas Abipraya. Semoga penghargaan ini dapat menjadi pelecut untuk terus memperkuat komitmen kami untuk selalu berkontribusi dalam mendukung program Pemerintah, mensejahterakan masyarakat Indonesia," pungkas Anas.

(fhs/ega)