Komisi VIII Sentil Risma Paksa Tunarungu Bicara di Hari Disabilitas: Ironis!

Dwi Andayani - detikNews
Sabtu, 04 Des 2021 05:05 WIB
Wakil Ketua Komisi VIII Ace Hasan Syadzily
Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan (detikcom)
Jakarta -

Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan menyentil Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini yang memaksa tunarungu berbicara di hari Disabilitas Internasional. Dia menyebut hal itu sebagai ironi.

Ace awalnya menyebut negara memiliki tugas untuk menjamin pelayanan yang setara bagi warga penyandang disabilitas. Dia menyebut tak boleh ada yang memaksa penyandang disabilitas melakukan sesuatu di luar kemampuan fisiknya.

"Tugas negara jelas, memastikan agar kelompok disabilitas ini dapat hidup sebagaimana warga negara biasa. Disfungsi fisik yang dialaminya harus mendapatkan pelayanan yang sama di mata negara. Bukan dipaksa supaya normal. Mereka juga pasti ingin bicara seperti halnya manusia yang bisa berkomunikasi secara normal. Namun keterbatasan untuk bicara tak bisa dipaksa," kata Ace kepada wartawan, Jumat (3/12/2021).

Ace menilai Hari Disabilitas Internasional seharusnya dijadikan momen menghormati para penyandang disabilitas. Dia juga mengingatkan pemerintah harus menjamin pelayanan yang setara.

"Kita harus menghargai dan menghormati keterbatasan yang diberikan Tuhan kepada orang lain. Tidak semestinya, kita memaksakan orang yang memiliki keterbatasan fisik, sesuai dengan kemampuan fisik secara normal," kata Ace.

"Hari Disabilitas Internasional 2021 seharusnya dijadikan sebagai momen untuk menghormati dan menghargai kelompok disabilitas. Bahkan negara harus hadir memberikan pelayanan agar mereka tetap memiliki keberfungsian sosial seperti halnya manusia normal," sambungnya.

Ace mengatakan penyandang disabilitas berhak untuk hidup layaknya manusia normal meski memiliki keterbatasan secara fisik. Dia pun menilai aksi Risma memaksa seorang tunarungu bicara saat peringatan Hari Disabilitas Internasional sebagai ironi.

"Mereka berhak untuk hidup sebagaimana layaknya manusia yang normal dengan keterbatasan fisik yang dimilikinya, bukan dengan 'dipaksa' untuk bisa layaknya manusia yang bicara dengan kemampuan normal," ujarnya.

"Saya tidak mau berkomentar lebih jauh terkait peristiwa itu, kecuali hanya bisa berkata ironis," sambung Ace.

Sebelumnya, Risma menjadi sorotan usai memaksa tunarungu berbicara. Momen itu terjadi pada peringatan Hari Disabilitas Internasional 2021 di Gedung Aneka Bhakti Kemensos, Rabu (1/12). Acara ini juga disiarkan langsung melalui kanal YouTube Kemensos RI.

Simak Video: Dear Bu Risma, Disabilitas Berhak Memilih Pendekatan Habilitasi

[Gambas:Video 20detik]