Bamsoet Dorong Pengembangan Fasilitas MRO di Bandara Kertajati

Inkana Izatifiqa R Putri - detikNews
Jumat, 03 Des 2021 23:08 WIB
MPR
Foto: Dok. MPR
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menyampaikan terkait pengembangan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB)/Kertajati menjadi Pusat Bengkel Pesawat. Dalam hal ini, Bandara Kertajati akan menyediakan fasilitas maintenance, repair, and overhaul (MRO).

Menurut Bamsoet, adanya pengembangan ini akan berdampak terhadap tingkat keramaian bandara tersebut. Terlebih bandara ini akan dikembangkan sebagai bandara khusus haji dan umroh, serta Pusat Logistik Nasional/Cargo Village.

"Data Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat mencatat 46 persen dari pesawat Indonesia masih melakukan MRO di luar negeri. Ini menunjukkan pasar kesempatan untuk mengembangkan fasilitas MRO sangat terbuka. Daripada pihak asing yang menikmati, lebih bagus BIJB dikembangkan sebagai pusat MRO Indonesia. Sehingga maskapai tidak perlu lagi melakukan MRO di luar negeri," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Jumat (3/12/2021)

Hal ini ia sampaikan saat melakukan kunjungan kerja dan bertemu management BIJB, di Kantor BIJB, Bandara Kertajati Majalengka, Kamis (3/12). Terkait pengembangan ini, Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan, BIJB hanya perlu membenahi dan menambah beberapa infrastruktur. Beberapa di antaranya, membangun 10 hanggar, dengan 20 slot pesawat berbadan lebar, 16 slot pesawat berbadan sempit.

Bamsoet menyebut pembangunan ini bisa memanfaatkan lahan 84,2 Ha di kawasan BIJB. Terlebih masih ada 700 hektare yang belum dimanfaatkan dari total lahan 1.800 hektare.

"Investasi yang diperlukan mencapai Rp 2,5 triliun, dengan payback period diperkirakan mencapai 11,1 tahun. Relatif tidak terlalu tinggi untuk ukuran bisnis MRO. Tidak hanya dimanfaatkan oleh maskapai, MRO di BIJB juga bisa dimanfaatkan untuk merawat pesawat dan helikopter milik TNI-Polri," jelas Bamsoet.

Bamsoet optimis adanya pengembangan ini akan menarik banyak investor. Mengingat kajian Kementerian Perindustrian memproyeksikan potensi bisnis industri perawatan dan perbaikan pesawat atau MRO di Indonesia pada tahun 2025 akan mencapai USD 2,2 miliar. Adapun jumlah ini naik signifikan dibanding tahun 2016 sebesar USD 970 juta.

Kenaikan ini, kata Bamsoet, seiring upaya pemerintah dalam memacu pengembangan industri jasa penerbangan dalam negeri sejak tahun 2000 sehingga kinerjanya tumbuh dalam satu dekade terakhir.

"Apalagi industri MRO kita semakin kompetitif. Saat ini sudah mampu menyediakan berbagai jasa perawatan pesawat, antara lain airframe, instrument, engine, radio, emergency equipment, dan line maintenance," pungkas Bamsoet.

Sebagai informasi, dalam kunjungan tersebut turut hadir antara lain Direktur BIJB Muhammad Singgih, Dirjen Perhubungan Udara Novie Riyanto, Direktur Utama Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin, Kakanwil Bea Cukai Cirebon Encep Dudi Ginanjar dan Kepala Biro BUMD dan Investasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat Irfan Hadisiswanto. Hadir pula jajaran Asia Cargo Airlines, antara lain Group CEO Marco Isaak, Chief Operating Officer Fuad Bafana, serta Director of Air Operations Capt. Atiq M Amin.

(akn/ega)