Soal Monumen Pahlawan Jabar, RK: Ini Bagian Rencana Jangka Panjang

Erika Dyah - detikNews
Jumat, 03 Des 2021 22:41 WIB
Ratusan nama nakes dan ASN asal Jabar terpampang di Monumen Perjuangan Pandemi COVID-19 di Bandung. Rencananya monumen itu akan diresmikan di Hari Pahlawan.
Foto: Yudha Maulana/detikcom
Jakarta -

Pemda Provinsi Jawa Barat akan meresmikan Monumen Pahlawan COVID-19 Jawa Barat yang berlokasi di Jalan Japati, Kota Bandung besok. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil diketahui telah mengajukan permohonan ke Wakil Presiden RI, Ma'ruf Amin untuk meresmikan monumen sebagai bentuk penghargaan kepada para pejuang COVID-19.

"Besok 4 Desember 2021 kita akan meresmikan Monumen Pahlawan COVID-19 Jawa Barat sebagai simbol semangat bahwa kita adalah bangsa yang besar, bangsa yang menghargai pahlawan-pahlawannya. Salah satunya adalah pahlawan saat pandemi COVID-19," ujar Ridwan Kamil dalam keterangan tertulis, Jumat (3/12/2021).

"Ada yang bertanya kenapa pada saat COVID-19 mengerjakan ini, saya sampaikan bangunan ini sudah selesai dianggarkan sebelum pandemi COVID-19 datang di 2020," imbuhnya.

Pria yang akrab disapa Kang Emil ini menuturkan pembangunan dilakukan di kawasan Monumen Perjuangan Jawa Barat untuk renovasi sebagai upaya memperindah. Namun, seiring pandemi pihaknya memberi nilai tambah di ruang publik tersebut untuk didedikasikan kepada pahlawan COVID-19.

"Jadi ini merupakan bagian dari rencana masterplan revitalisasi Gasibu sampai Monju. Jadi bukan kegiatan yang berdiri sendiri tapi ini masterplan yang kita cicil. Tadinya mau sekaligus tapi karena keterbatasan anggaran, tentunya kita hadir secukupnya seperti ini. Jadi ini bukan hal baru, ini adalah sebagian dari rencana jangka panjang," tuturnya.

Adapun salah satu bentuk revitalisasi yang dimaksud antara lain renovasi monumen. Menurutnya, revitalisasi tidak memerlukan izin mendirikan bangunan dan dari sisi anggaran pun tidak ada duplikasi anggaran.

"Anggaran pertama dari APBD, kemudian ada ornamen untuk mengingat pahlawan COVID-19 itu dananya dari pihak ketiga. Jadi sudah sesuai aturan, sehingga tidak ada alasan semangat menghargai pahlawan ini dijadikan polemik dan sebenarnya tidak perlu," ucapnya.

Kang Emil menegaskan yang harus digarisbawahi adalah semangat bersatu dengan menghargai mereka yang telah berjasa. Pemda Provinsi Jabar berinisiatif membangun monumen yang didedikasikan kepada para tenaga kesehatan, ASN dan masyarakat lainnya yang gugur dalam penanganan wabah COVID-19.

"Berkaitan dengan hal tersebut kami berharap Bapak Wakil Presiden dapat berkenan meresmikan Monumen Pahlawan COVID -19 Jawa Barat pada Sabtu, 4 Desember 2021," sebutnya.

Sebagai informasi, Monumen Pahlawan COVID-19 Jawa Barat merupakan cara Pemda Provinsi Jabar menghargai perjuangan para tenaga kesehatan, relawan, dan ASN yang terlibat dalam penanganan pandemi. Melalui monumen ini, Pemprov Jabar memanfaatkan kawasan tersebut untuk mengajak masyarakat sama-sama merenungkan dan terus berupaya meminimalisasi kasus COVID-19 di Jabar.

Dalam monumen tersebut, terdapat nama-nama para tenaga kesehatan, relawan, maupun ASN yang terlibat dalam penanganan COVID-19 di Jabar. Nama-nama ini dipahat di dua sisi kiri dan kanan gerbang monumen.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Jabar Boy Iman Nugraha menyebutkan Monumen Pandemi COVID -19 merupakan bagian dari kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Jabar.

Pada jumpa pers yang berlangsung Jumat (5/11), ia memaparkan ada empat segmen kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Jabar ini. Pertama, bersama dengan Kawasan Gasibu dalam areal Welcome Plaza. Segmen kedua, Griya Kriya atau tempat promosi. Segmen ketiga Ruang Festival, dan keempat Monumen Perjuangan Rakyat Jabar di Jalan Dipatiukur sebagai induknya.

"Pembangunan monumen ini sudah direncanakan sejak 2013-2014 lalu, di mana Pemda Provinsi Jabar sudah merencanakan merevitalisasi kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat dan Gasibu. Kemudian bersamaan dengan PON 2016 kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat dengan Gasibu dijadikan tepas (etalase) Jawa Barat," ujar Boy.

Menurutnya, kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat plus Gasibu itu sudah dikelola dan ditata mulai tahun 2014 hingga 2016. Namun, hingga 2016 baru Gasibu saja yang selesai.

"Tahun 2020 Pemda Provinsi Jabar melalui Dinas Perumahan Permukiman itu memiliki anggaran untuk revitalisasi kawasan Monumen Perjuangan Jawa Barat atau Monju," terangnya.

"Namun karena terjadi pandemi yang dimulai sejak Maret tahun 2020 itu kita mengalami refocusing, mengalami rasionalisasi anggaran dan baru bisa menyelesaikan Welcome Plaza ini," imbuhnya.

Adapun besaran anggaran yang digunakan, kata Boy, untuk Welcome Plaza dan Gerbang Pandang menyerap Rp16 miliar APBD 2020. Sedangkan untuk ornamen arsitektur Ruang Kontemplasi dan Penghargaan COVID-19 termasuk lambang Jawa Barat menyerap Rp260 juta yang bersumber dari CSR tahun 2021.

Ia menambahkan Welcome Plaza ini semula dijadikan gerbang pandang yang menghubungkan Gedung Sate - Monju dan Gunung Tangkuban Perahu. Boy menyebutkan, jika membingkai pola dari utara maka akan terlihat Kawasan Gasibu dan Gedung Sate. Sedangkan jika membingkai dari selatan akan terlihat Kawasan Monju dan Gunung Tangkuban Perahu.

Selain itu, Boy menyebutkan awalnya Pemda Provinsi Jabar hanya akan membangun Welcome Plaza di kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat. Tapi di tengah perjalanan, Gubernur Ridwan Kamil mengusulkan ide membangun monumen untuk menghormati para nakes yang berjuang di garda terdepan.

"Ada pemikiran untuk menambahkan nilai terhadap ornamen arsitektur yang ada di gerbang Welcome Plaza ini," tutur Boy.

Lebih lanjut, ia menjelaskan ada 291 nama yang akan tercatat di Monumen Pahlawan COVID-19 Jawa Barat dan 44 nakes di antaranya berstatus sebagai aparatur sipil negara. Monumen diperuntukkan sebagai pengingat untuk semua bahwa menangani pandemi tidak mudah dan butuh pengorbanan termasuk jiwa.

"Jadi ada dua esensi. Satu sebagai penghargaan terhadap dedikasi, yang kedua adalah sebagai tempat perenungan bagi kita bahwa COVID-19 harus dihadapi bersama oleh kita semua dengan menjaga protokol kesehatan, menjaga diri kita, menjaga keluarga kita, menjaga lingkungan kita untuk tetap sehat," tuturnya.

(akn/ega)