Tersangka KDRT Istri, Anggota DPRD Tangerang Tak Ditahan Polisi

Khairul Ma'arif - detikNews
Jumat, 03 Des 2021 20:29 WIB
Young woman is sitting hunched at a table at home, the focus is on a mans fist in the foregound of the image
Ilustrasi KDRT (iStock)
Tangerang -

Anggota DPRD Kabupaten Tangerang berinisial RGS ditetapkan sebagai tersangka kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) kepada istrinya, LK. Meski begitu, RGS tidak ditahan polisi.

Hal ini diungkapkan oleh pengacara RGS, Iyus Hambali. Iyus mengatakan RGS tidak ditahan setelah pihaknya mengajukan permohonan ke kepolisian.

"Kami mengajukan permohonan untuk tidak ditahan untuk klien (RGS) karena ini saya rasa, ini kan perkara yang tidak harus ditahan ini kan cuma keributan rumah tangga biasa," ujar Iyus saat dihubungi wartawan, Jumat (3/12/2021).

Selain itu, lanjut Iyus ada alasan lainnya terkait permohonan untuk tidak ditahan kliennya ini. Dia membeberkan alasan lainnya karena selama proses penyidikan RGS kooperatif.

"Selain itu, juga klien kami ini sebagai tulang punggung bagi keluarga. Tidak ada barang bukti yang dihilangkan karena memang tidak ada barang buktinya," katanya.

Wajib Lapor

Meski begitu, Iyus mengatakan tersangkanya itu dikenai wajib lapor. Iyus mengatakan pihaknya siap menghadirkan RGS jika diperlukan pemeriksaan.

"Iya, dong, jelas wajib lapor itu kan SOP-nya. Kami juga bersedia menghadirkan klien kami jika sewaktu waktu diperlukan," tambah Iyus.

RGS dilaporkan oleh istrinya berinisial LK terkait dugaan KDRT pada 1 Juni 2021. Pada Rabu (1/12), RGS ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polresta Tangerang.

Satu hari berikutnya, Kamis (2/12), RGS menjalani pemeriksaan kedua kalinya sebagai tersangka. Iyus berujar materi pemeriksaan kemarin ada tiga poin penambahan.

"Pertama pertanyaan terkait pendampingan penasihat hukum atau tidak, kedua terkait saksi, kita ajukan saksi, untuk saksi saat ini bersifat subyektif, belum bisa disebutkan ada berapa saksi yang kami hadirkan. Cuma dipastikan kita ada saksi. Ketiga alamat saksi-saksi," tutur Iyus.

Iyus mengungkapkan, sampai saat ini kliennya masih berstatus suami korban. Hanya, keduanya kini tidak tinggal serumah.

"Sampai saat ini, menurut informasi dari klien kami, istrinya tinggal bersama orang tuanya. Tapi status masih suami-istri. Menurut informasi dari klien kami, semenjak kejadian itu sang istri dijemput oleh keluarganya," jelas Iyus.

(mea/mea)