Kasus Pelecehan di Unsri: 3 Mahasiswi Jadi Korban, 2 Dosen Dilaporkan

Prima Syahbana - detikNews
Jumat, 03 Des 2021 14:07 WIB
Kasubdit PPA Ditreskrimum Polda Sumsel Kompol Masnoni
Kasubdit PPA Ditreskrimum Polda Sumsel Kompol Masnoni (Prima/detikcom)
Palembang -

Polisi menerima dua laporan baru dari dua mahasiswi Universitas Sriwijaya (Unsri), inisial C dan F, yang mengaku menjadi korban pelecehan seksual staf Unsri. Polisi merinci staf Unsri tersebut merupakan seorang oknum dosen.

"Informasi yang baru kita dapat ya seperti itu, dua mahasiswi fakultas ekonomi itu mengaku jadi korban pelecehan seksual oleh staf Unsri yang merupakan oknum pengajar atau dosen, lewat WhatsApp," kata Kasubdit PPA Ditreskrimum Polda Sumsel Kompol Masnoni saat dimintai konfirmasi detikcom, Jumat (3/12/2021).

Masnoni mengatakan pihaknya saat ini masih menyelidiki kasus tersebut, termasuk mengambil keterangan saksi dan mengumpulkan alat bukti.

"Proses penyelidikan terus berjalan, di antaranya mengambil keterangan saksi dan mengumpulkan alat bukti," katanya.

Sementara itu, BEM KM Unsri mengatakan salah satu pelapor inisial C yang hendak melakukan yudisium pada hari ini namanya malah mendadak hilang. Nama C, yang telah terdaftar sejak dua hari lalu sebagai peserta yudisium di Fakultasnya, semalam mendadak hilang setelah korban melapor ke Polda Sumsel.

"Kemarin ada namanya, sampai semalam namanya dicoret dan mendadak dihilangkan. Kami kurang paham apa alasannya hingga pihak fakultas membatalkan hal itu," katanya Presiden BEM KM Unsri Dwiki Sandy.

Selain namanya yang tidak ada di daftar mahasiswa yang diyudisium, sambungnya, nama beserta kursinya di ruangan tempat dirinya akan di yudisium pun juga diduga tidak ada.

"Padahal korban ini sudah mendapatkan undangan yudisium pagi ini dari kemarin. Korbannya tadi datang setelah di lokasi dirinya kaget namanya telah ditiadakan," kata Dwiki.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

Simak Video: Olah TKP Pelecehan di Unsri: Korban Dipaksa Pegang Kemaluan Dosen!

[Gambas:Video 20detik]