Layanan Digital Ramah Disabilitas di Stasiun MRT DKI Diluncurkan

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Jumat, 03 Des 2021 12:31 WIB
Pemprov DKI dan MRT Jakarta luncurkan layanan digital untuk kaum disabilitas.
Foto: Pemprov DKI dan MRT Jakarta luncurkan layanan digital untuk kaum disabilitas. (Tiara Aliya Azzahra/detikcom)
Jakarta - Pemprov DKI Jakarta bersama PT MRT Jakarta meluncurkan fasilitas layanan digital ramah penyandang disabilitas, Digital Intelligent Assistant atau DINA. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan upaya ini sebagai upaya Pemprov DKI dalam menghadirkan kesetaraan bagi seluruh warganya, termasuk dalam memfasilitasi kelompok masyarakat penyandang disabilitas.

"Kami di Pemprov DKI Jakarta memiliki komitmen untuk memberikan fasilitas yang setara bagi seluruh warga. Sebagian dari warga kita membutuhkan pelayanan khusus, seperti saudara kita penyandang disabilitas," kata Anies Baswedan dalam keterangannya, Jumat (3/12/2021).

Peresmian fasilitas tersebut bertepatan dengan Peringatan Hari Disabilitas Internasional 2021. Acara digelar di di Stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia, hari ini.

"Fasilitas ini (DINA) menjadi penanda bahwa masyarakat penyandang disabilitas bisa ke mana saja. Jika memperoleh dukungan pelayanan, mereka akan bisa mendapatkannya melalui DINA ini," sebutnya.

Anies menjelaskan bahwa jajaran Pemprov DKI melibatkan para penyandang disabilitas dalam proses perencanaan fasilitas. Tujuannya agar fasilitas yang disiapkan sesuai dengan kebutuhan mereka.

Terlebih para penyandang disabilitas memiliki treatment yang berbeda-beda. Apabila penyandang disabilitas salah satu kelompok rentan di Jakarta terfasilitasi, sebutnya, maka warga kebanyakan juga akan terfasilitasi.

"Karena penyandang disabilitas ini bukan hanya jenisnya yang bervariasi tapi juga di tiap jenis ada spektrum yang berbeda-beda. Kita ingin semua spektrum terfasilitasi" jelasnya.

"Jadi, kami selalu sampaikan, bila empat unsur masyarakat yang terdiri dari penyandang disabilitas, lansia, anak-anak dan perempuan ini terfasilitasi, insya Allah elemen rakyat yang lain juga terfasilitasi," sambungnya.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

Dalam Kesempatan itu, Anies juga mengingatkan warga Jakarta agar menghindari sikap ableism. Yaitu perasaan dan cara pandang yang membuat kita seolah memiliki kelebihan di atas para penyandang disabilitas.

"Kita harus hindari ableism, perasaan bahwa semua itu memiliki kelebihan di atas penyandang disabilitas. Semua memiliki kesetaraan, kesamaan, hanya terdapat kebutuhan yang berbeda-beda. Nah, prinsip ini yang diadopsi di Jakarta. Maka dari itu, saya apresiasi MRT yang sudah memfasilitasi," ujarnya.

Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda), William Sabandar menjelaskan terdapat tiga stasiun yang dipasang DINA, yakni Stasiun Lebak Bulus, Blok M, dan Bundaran HI. Ke depannya, layanan ramah disabilitas ini akan dipasang di seluruh stasiun.

"Hari ini kami memfungsikan layanan digital yang ramah disabilitas yang kita sebut dengan nama DINA. Inisiatif ini pertama di Indonesia, dan di dunia baru ada tiga negara yang mengaplikasikan, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Hongkong," jelas William.

"Ini adalah inisiatif yang didasarkan pengalaman melayani penumpang selama ini. Mereka transformasikan ke dalam sebuah teknologi yang dapat melayani semua pelanggan tetapi amat ramah disabilitas, karena dengan adanya teknologi video call, operator yang bertugas pada operation center di HI ini bisa berkomunikasi langsung dengan teman-teman penyandang disabilitas," sambungnya. (taa/aud)