Jelang KTT G20, Polri Perketat Pintu Masuk Bali untuk Cegah Varian Omicron

Rakha Arlyanto Darmawan, Sui Suadnyana - detikNews
Jumat, 03 Des 2021 12:30 WIB
Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo di The Nusa Dua (dok Polri)
Foto: Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo di The Nusa Dua (dok Polri)
Badung -

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 tahun 2022 akan diselenggarakan di Pulau Bali. Polri akan memperketat akses keluar dan masuk Pulau Dewata.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo. Menurutnya, langkah tersebut bertujuan guna mencegah penyebaran varian baru COVID-19 jenis Omicron.

"Jadi untuk menghadapi pandemi COVID-19, khususnya varian Omicron, tadi Bapak Presiden sudah menekankan Polri khususnya membantu untuk melaksanakan pengawasan di seluruh pintu-pintu masuk," kata Dedi di The Nusa Dua, Badung, Bali, Jumat (3/12/2021).

Dedi menyebut nantinya personel kepolisian akan berjaga di setiap akses masuk dan keluar Pulau Bali, seperti bandara, pelabuhan, dan jalur darat. Pengetatan itu berlaku bagi warga negara Indonesia maupun warga negara asing yang berkunjung ke Bali.

"Pengetatan setiap warga negara baik asing maupun Indonesia yang memasuki Bali. Itu yang harus kita perketat. Kami sudah menekankan Polri, khususnya membantu untuk melaksanakan pengawasan di seluruh pintu masuk, baik pintu masuk di pelabuhan udara, pintu masuk di pelabuhan laut, maupun di darat," jelas Dedi.

Lebih lanjut Dedi menerangkan, Polri bertekad akan mengawal penyelenggaraan KTT G20 di Bali secara optimal. "Polri berkolaborasi harus mampu mengawal G20 pada 2022 dengan sangat baik ya," katanya.

Menurut Dedi, Presiden Jokowi menyampaikan hasil riset bahwa varian Omicron 80% menyerang orang-orang yang belum tervaksin. Kemudian 60% yang terserang varian itu berusia di bawah 5 tahun dan yang meninggal dunia rata-rata di atas usia 50 tahun.

"Ini yang harus kita waspadai. Jalan satu-satunya, oleh Bapak Presiden tadi menyampaikan, bahwa protokol kesehatan merupakan hal yang harus dilakukan. Yang kedua percepatan vaksinasi," jelasnya.

Maka dari itu, di akhir tahun ini seluruh provinsi di Indonesia diharapkan sudah bisa mencapai target 70%, khususnya vaksinasi dengan sasaran lansia. Sebab lansia merupakan salah satu orang yang memiliki tingkat risiko yang tertinggi terpapar COVID-19 dibanding usia lainnya.

Kesiapan Polri Hadapi Natal dan Tahun Baru

Kemudian dalam rangka Hari Raya Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022, Polri tetap merujuk pada Instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 62 tahun 2021 dengan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPMM) di level 3. Dedi menegaskan, pihaknya telah melakukan persiapan dalam pelaksanaan kebijakan tersebut.

"Polri sudah persiapan itu dan juga menggelar posyan (posko pelayanan) serta melaksanakan optimalisasi PPKM, baik yang ada mulai dari tingkat RT, tingkat desa, kabupaten/kota, termasuk lokasi-lokasi daerah-daerah yang menjadi tujuan para pemudik," ujar Dedi.

Polri juga bakal memaksimalkan posko PPKM. Di beberapa tempat seperti di pintu tol, kemudian di pelabuhan dan bandara, posyan juga dihadirkan untuk melakukan check point bagi masyarakat yang akan bepergian.

"Oleh karena masyarakat yang melaksanakan berpergian mempersyaratkan yang pertama adalah SKM (surat keluar-masuk). Yang kedua harus sudah melaksanakan vaksin, yang ketiga tentunya selalu diingatkan protokol kesehatan dalam rangkat kita memitigasi penyebaran COVID-19," paparnya.

Lihat juga Video: Jokowi Pamer Hasil Hadiri KTT G20-COP26 di HUT NasDem

[Gambas:Video 20detik]




(rak/mae)