Cerita Pilu Keluarga Redzuan Khadafi, Korban Tewas Kebakaran Gedung Cyber 1

Wildan Noviansyah - detikNews
Jumat, 03 Des 2021 12:09 WIB
Suasana Rumah Korban Kebakaran Cyber 1, Redzuan Khadafi
Foto: Suasana Rumah Korban Kebakaran Cyber 1, Redzuan Khadafi (Wildan-detik)
Depok -

Dua orang menjadi korban kebakaran Gedung Cyber 1, Jalan Mampang, Jakarta Selatan. Salah satu korban bernama Redzuan Khadafi (18) yang merupakan siswa SMK Taruna Bhakti Depok.

detikcom menyambangi rumah almarhum Redzuan di Jalan Padi Traktor, Kampung Tipar, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Jumat (3/12/2021). Terlihat pelayat berdatangan ke rumah Redzuan.

Di sana tampak karangan bunga lengkap dengan bendera kuning terpasang di pagar rumahnya. Jenazah Redzuan pun sudah dimakamkan pagi tadi sekitar pukul 07.15 WIB di TPU Kampung Tipar, Depok.

Tante Redzuan, Jannah (36) mengatakan saat ini kondisi keluarga Redzuan masih berduka. Orang tua Redzuan kondisinya juga sedang tidak baik.

"Dari semalam dia teriak harus ada yang tanggung jawab, pokoknya siapa yang tanggung jawab harus ke sini dia teriaknya ke sini. Berulang kali dia ngomong harus ada yang tanggung jawab," kata Jannah saat ditemui di lokasi.

Redzuan Meninggal Dalam Perjalanan ke RS

Jannah mengungkapkan keponakannya itu meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit. Menurut Jannah, sebelum meninggal Redzuan sempat berpindah-pindah rumah sakit.

"Dioper rumah sakit pertamanya di rumah sakit Mampang, itu dia masih bisa ke tolong dia masih sadar. Tapi katanya dari rumah sakit itu nggak ada alat, akhirnya dioper ke Fatmawati. Di jalan ke Fatmawati itu, katanya dia udah nggak ada," ujar Jannah.

Jannah juga menyebut pihak saat itu keluarga sempat kesulitan mengurus kepulangan jenazah Redzuan. Keluarga juga menolak jenazah Redzuan diautopsi.

"Kita cuma mau Zuan keluar dari rumah sakit malam itu juga. Kita nggak mau lapor polisi atau apapun, itu urusannya perusahaan. Kita mau jemput Zuan dari rumah sakit bawa pulang," kata dia.

Selain itu, Jannah juga mengeluhkan proses pemulangan jenazah Redzuan ke keluarga. Menurutnya, proses itu sangat lama.

"Lelet banget, sampai setengah 12 malem (23.30 WIB) baru sampai sini. Dari 16.30 WIB kita di rumah sakit. Dia meninggal itu jam 13.00 WIB, di berkas rumah sakit laporannya jam 13.00 WIB itu meninggalnya. Kita dapat (jenazah) Zuan itu 23.30 WIB, hampir 12 jam. Kita nggak sabar, makanya kita geregetannya di situ. Nunggu surat jalan tapi nggak keluar keluar, harus ke sini ke sini tapi keluarga nggak mau," ungkapnya.

Jannah juga menyebut pihak Cyber 1 akan menemui keluarga Redzuan. Dia mengatakan pihak keluarga, perusahaan, dan sekolah akan melakukan mediasi.

"Besok harus ketemu sama orang tuanya. Jadi pihak Cyber akan datang ke sini nggak tahu hari ini atau besok. Pokoknya kita tunggu aja. Kita semua sudah nanya ke pihak Cyber karena udah sempat datang. Baru tadi kepala sekolahnya bisa dia terima, nanti akan ada mediasi lebih lanjut setelah kondisi orang tuanya Zuan membaik." pungkasnya.

Simak video 'Cerita Damkar saat Tembus Asap Tebal Kebakaran di Gedung Cyber 1':

[Gambas:Video 20detik]



(zap/hri)