ADVERTISEMENT

Polres Bekasi Utamakan Restorative Justice di Kasus Ibu Dilaporkan 5 Anak

Yogi Ernes - detikNews
Jumat, 03 Des 2021 12:02 WIB
Kapolres Metro Bekasi Kombes Hendra Gunawan
Kapolres Metro Bekasi Kombes Hendra Gunawan (Dok.YouTube Humas PMJ)
Bekasi -

Ibu Rodiah (72) dilaporkan lima anak kandungnya ke polisi atas dugaan penggelapan sertifikat tanah warisan. Polisi akan mengupayakan mediasi dan penyelesaian kekeluargaan dalam menangani kasus ini.

"Insyaallah kita kedepankan itu (restorative justice). Ini kan mispersepsi, misinformasi dan miskomunukasi. Kalau sudah jelas, nanti kita jelaskan kepada dua belah pihak. Dengan adanya ini insyaallah miskomunukasi ini bisa diselesaikan dan kekerabatan bisa terjalin lagi," kata Kapolres Metro Bekasi Kombes Hendra Gunawan saat dihubungi detikcom, Jumat (3/12/2021).

Kasus bermula ketika kelima anak kandung Rodiah membuat surat permohonan perlindungan hukum ke Polres Metro Bekasi pada 8 September 2021. Polisi kemudian meminta klarifikasi dari Rodiah untuk mendalami apakah surat permohonan perlindungan hukum yang diajukan kelima anaknya itu sesuai.

"(Surat permohonan) perlindungan hukum itu belum tentu sudah terjadi tindak pidananya. Makanya bentuknya itu baru klarifikasi," ujar Hendra.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi AKBP Aris Timang menambahkan, saat ini belum ada unsur pidana yang diselidiki pihaknya kepada Rodiah. Pasalnya, polisi hanya menerima surat permohonan perlindungan hukum bukan laporan polisi (LP).

"Ini bukan laporan (laporan polisi) ini perlindungan hukum. Kita belum bicara ke ranah pasal. Kalau ada LP baru kita bicara pasal apakah ibu Rodiah ini masuk dalam unsur pasal yang dimaksud," terang Aris.

Usai melakukan klarifikasi kepada Rodiah pada Senin (29/11), pihak kepolisian akan menjelaskan hasil klarifikasi itu kepada lima anak Rodiah. Polisi berharap permasalahan tersebut diselesaikan secara kekeluargaan.

"Nanti kami coba jembatani kalau keduanya mau. Kami coba nanti untuk menghubungi bagaimana ada titik temu anak dan ibu. Kalau dia terima syukurlah, artinya kami ini polisi tidak semata-mata bicara hukum, tapi harus kedepankan kekeluargaan," pungkas Aris.


Rodiah Dipolisikan 5 Anak Kandungnya


Rodiah dilaporkan kelima anak kandungnya ke Polres Metro Bekasi atas dugaan penggelapan. Ibu delapan anak ini diantar 3 anak lainnya menjalani pemeriksaan di Polres Metro Bekasi pada Senin (29/11) lalu.

Rodiah mengungkapkan sakitnya perasaannya karena dituduh anaknya menggadaikan sertifikat tanah seluas 9.000 meter persegi. Menurutnya, anaknya melaporkannya ke Mabes Polri hingga Polres.

"Sakit (perasaan) saya... Sonya (anak pertama Rodiah), melaporkan ibu ke Mabes, ke Polda, dan terakhir di Polres. Katanya ibu gadaikan tanah sebesar Rp500 juta," kata Rodiah, di Cikarang, seperti dilansir Antara, Jumat (3/12/2021).

Lihat juga video 'Miris! Tak Kebagian Warisan, Anak Gugat Ibu Kandung':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya di halaman selanjutnya....


Rodiah Ungkap Perlakuan 5 Anaknya

Menurut dia, perlakuan lima anak Rodiah itu terjadi sejak suaminya meninggal dunia. Bahkan saat pihak keluarga menggelar tahlilan hari ketiga meninggalnya suami, kelima anaknya secara diam-diam mengambil surat tanah yang ia simpan.

"Lima anak saya yang melaporkan saya, Sonya Susilawati, Syarif, Ahmad Basari, Moamar Khadafi, sama Sopyana," ucap Rodiah, seraya menangis.

Selain fisik yang sudah menua dan sakit-sakitan, Rodiah juga mengaku trauma. Ia seringkali merasa takut ketika mendengar suara pintu rumahnya diketuk. Ia takut didatangi kelima anaknya karena sering diancam.

"Tapi ibu mah pasrah saja sudah, mau diapain juga. Ibu punya Allah SWT. Ibu serahkan semua nasib ibu," katanya, seraya mengusap air mata.

Berdasarkan laporan polisi, Rodiah dilaporkan anak pertamanya, Sonya Susilawati, dengan tuduhan pasal 372 KUHP dan atau pasal 385 KUHP tentang penggelapan. Hingga kini polisi belum mau memberikan keterangan resmi terkait kasus ini.

(ygs/mea)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT