Buron Kasus Korupsi Pengadaan Mesin Genset Papua Rp 21 M Ditangkap di Menteng

Yulida Medistiara - detikNews
Jumat, 03 Des 2021 11:02 WIB
Poster
Ilustrasi Korupsi (Foto: Edi Wahyono)
Jakarta -

Tim Kejaksaan Agung (Kejagung) menangkap Mochtar Thayf, buron kasus pengadaan mesin genset di Kabupaten Nabire, Papua, tahun 2007-2008. Terpidana korupsi Mochtar Thayf itu diamankan di sekitar Menteng, Jakarta Pusat.

"Tim Tabur Kejaksaan Agung bersama Tim Tabur Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta dan Tim Tabur Kejaksaan Tinggi Papua berhasil mengamankan buronan dalam perkara pengadaan mesin genset untuk kelistrikan pada Kabupaten Nabire, Papua periode tahun 2007-2008 yang merupakan buronan dari Kejaksaan Tinggi Papua," kata Kapuspenkum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak, dalam keterangannya Jumat (3/12/2021).

Tim kejaksaan mengamankan Mochtar Thayf yang merupakan pensiunan pegawai PLN di kawasan Jl HOS. Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat pada Kamis (2/12). Awalnya Mochtar dipanggil tim Kejati Papua namun tidak datang memenuhi panggilan yang sudah disampaikan secara patut, oleh karenanya nama Mochtar dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) hingga akhirnya diamankan.

Selanjutnya Terpidana Mochtar dibawa menuju Papua pada Jumat 03 Desember 2021 pukul 02:00 WIB pagi untuk dieksekusi.

Terpidana Mochtar dieksekusi berdasarkan putusan Mahkamah Agung RI Nomor 200 K/PID.Sus/2015 tanggal 25 November 2015. Mochtar dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi yang dilakukan secara bersama-sama yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 21.901.130.000 (21,9 miliar).

MA menolak permohonan kasasi dari Terdakwa Mochtar dan menjatuhkan pidana penjara selama 8 tahun dan pidana denda sebesar Rp 500.000.000, subsidair 6 bulan penjara.

Dalam kasus ini, Sekda Kabupaten Nabire, Papua, Ayub Kayame juga divonis bersalah terkait korupsi pengadaan mesin genset Rp 21 M. Ayub yang semula divonis 18 bulan oleh Pengadilan Tipikor Jayapura, lalu vonisnya disunat menjadi 12 bulan oleh Pengadilan Tinggi Jayapura, namun vonisnya diperberat menjadi 10 tahun penjara oleh hakim agung Artidjo dkk.

Kasus bermula saat Kabupaten Nabire membuat proyek pengadaan genset untuk masyarakat di Nabire pada 2007. Alat yang dibutuhkan yaitu mechanical dengan estimasi harga Rp 22 miliar dan electrical seharga Rp 5,1 miliar. Dibutuhkan juga biaya angkut barang dari pelabuhan ke lokasi sehingga total Rp 31 miliar.

Ternyata proyek itu dipenuhi aroma tidak sedap dan patgulipat seperti proyek tidak dilakukan melalui tender. Proyek itu melibatkan Bupati Nabire 1999-2009 Anselmus Petrus Youw dan Ketua DPRD 2004-2009 Daniel Butu. Total kerugian yang dialami negara akibat permainan itu sebesar Rp 21 miliar. Mereka lalu diadili dengan berkas terpisah.

(yld/asp)