Bamsoet Jadi Dosen Ilmu Hukum dan Politik di Universitas Terbuka

Jihaan Khoirunnissa - detikNews
Jumat, 03 Des 2021 08:33 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo
Foto: MPR
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menjadi dosen di Fakultas Ilmu Hukum dan Ilmu Politik (FHISIP), kampus Universitas Terbuka (UT). Dirinya mengajar 2 mata kuliah, yakni Kebijakan Hukum Bisnis dan Pengantar Ekonomi.

"Saya sangat bahagia menjadi bagian dari keluarga besar UT. Didirikan pada tahun 1984, UT menjadi universitas pertama di Indonesia yang menerapkan metode pendidikan terbuka dan jarak jauh (PTJJ). Keberadaannya membuka akses pendidikan tinggi melalui metode pembelajaran jarak jauh bagi seluruh warga negara Indonesia tanpa membedakan keterbatasan ekonomi. Tidak hanya beroperasi di dalam negeri, UT juga telah menjangkau 59 negara," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Jumat (3/12/2021).

Usai mengisi kuliah di studio Kampus UT, Tangerang Selatan pada Selasa (1/12), Ketua DPR RI ke-20 dan Mantan Ketua Komisi III Bidang Hukum & Keamanan DPR RI ini menjelaskan, dalam materi kuliah Kebijakan Hukum Bisnis di pertemuan kedua ini, dirinya membahas tentang kebijakan produksi dan kebijakan promosi. Adapun kebijakan tersebut mengedepankan empat aspek, yakni pemilihan teknologi, pembagian kerja, mekanisasi dan otomatisasi, serta luas perusahaan serta desentralisasi unit operasi.

"Marketing/promosi sebagai salah satu pilar dalam dunia bisnis dituntut untuk menyikapi berbagai tantangan dengan dua pendekatan sekaligus. Yaitu beradaptasi dan berinovasi. Era disrupsi dan era digital yang telah mengaburkan sekat-sekat perdagangan global, di satu sisi membuka peluang untuk mengembangkan bisnis dengan semakin luasnya pasar. Dengan dibukanya sekat tersebut, maka jumlah kompetitor bisnis juga semakin bertambah. Dalam konsepsi ini, segenap sumber daya manusia di bidang marketing juga dituntut untuk menyesuaikan strategi bisnis," jelas Bamsoet.

Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Keamanan dan Pertahanan KADIN Indonesia ini menambahkan menyebut penyesuaian strategi bisnis di era digital menuntut adanya literasi teknologi. Karena kemajuan teknologi harus dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin agar dapat menghasilkan efektivitas dan efisiensi.

Namun di sisi lain dia mengingatkan peran teknologi hanya sebatas alat bantu saja, dan bukan menggantikan peran pokok sumber daya manusia. Langkah lain yang dapat ditempuh adalah melalui pengayaan metode marketing dalam berbagai platform yang dapat memperluas jangkauan pemasaran.

"Saat ini platform media berbasis internet dan media sosial seperti Youtube, Instagram, Twitter, Facebook, dan lain-lain, masih menjadi pilihan utama dalam strategi marketing. Tentunya ini didukung oleh tingginya tingkat penetrasi internet di Indonesia. Hingga akhir Maret 2021, tingkat penetrasi internet di Indonesia tercatat mencapai 76,8 persen. Jumlah pengguna internet diperkirakan mencapai 212,35 juta user. Ragam strategi bisnis pemasaran juga melingkupi pemanfaatan digital marketing, di mana pemanfaatan media digital dapat dilakukan secara mandiri atau melalui penyedia jasa digital agency, serta melalui sarana media elektronik lainnya," pungkas Bamsoet.

Sementara itu, Rektor Universitas Terbuka Prof. Ojat Darojat mengaku senang dengan bergabungnya Bamsoet, karena menjadi tambahan semangat bagi civitas akademika UT. Selain bisa meningkatan citra UT di mata publik, kehadiran Bamsoet juga bisa memperkaya ilmu pengetahuan para mahasiswa. Dia mengatakan, Bamsoet tidak hanya memberikan ilmu dari sisi teori, melainkan sebagai seorang pengusaha dan politisi, dia bisa memberikan banyak pengetahuan dari sisi praktisi.

(ega/ega)