Bamsoet Cek Kesiapan Bandara Kertajati Terima Pengalihan Kargo

Erika Dyah - detikNews
Kamis, 02 Des 2021 23:40 WIB
MPR
Foto: Dok. MPR
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengecek kesiapan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB)/Kertajati. Bandara yang berlokasi di Kabupaten Majalengka ini diketahui menerima pengalihan kargo dari Bandara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Tidak hanya itu, Bamsoet juga mendukung pengembangan Bandara Kertajati menjadi Bandara Khusus Haji, Umroh dan Pusat Logistik Indonesia serta Pusat Pemeliharaan Pesawat (MRO) dan Freighter Center Hub/Cargo Village. Ia mengungkap manajemen bandara telah menyiapkan lahan seluas 68,4 hektare dengan nilai investasi mencapai Rp 1,3 triliun.

"Kapasitas kargo BIJB bisa mencapai 500.000 ton per tahun. Berbagai fasilitas juga telah disiapkan, seperti office area, regulated agent, container parking area, gas station, domestic cargo, hingga international cargo," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Kamis (2/12/2021).

Dalam kunjungannya, Bamsoet menjelaskan lokasi BIJB sangat strategis karena dikelilingi berbagai kawasan industri. Mulai dari Cipali West Subang seluas 10,408 hektare, Cipali East Subang seluas 4,806 hektare, Cipali Indramayu seluas 2,875 hektare, Butom seluas 4,092 hektare, Kertajati seluas 1,415 hektare, hingga Patimban seluas 542 hektare.

Ia menambahkan akses transportasi BIJB juga didukung dua infrastruktur besar di Jawa Barat, di antaranya Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat serta akses Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan atau Cisumdawu yang terhubung ke Kota Bandung.

"Tidak heran jika banyak perusahaan kargo baik nasional maupun internasional yang tertarik menjadikan BIJB sebagai terminal logistik mereka. Seperti yang direncanakan Asia Cargo Airlines, perusahaan kargo nasional yang menjadi bagian dari Asia Cargo Network Group yang berbasis di tiga negara, Malaysia, Indonesia, dan Singapura," terangnya.

Menurut Bamsoet, niat baik dari berbagai perusahaan kargo tersebut harus segera direspons oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kementerian Perhubungan.

Lebih lanjut, Bamsoet memaparkan pada tahun 2020, 15 bandara PT Angkasa Pura II mampu melayani lalu lintas kargo udara mencapai 436.049 ton. Pada kuartal I/2021, Angkasa Pura II juga tercatat sudah melayani lalu lintas 105.411 ton kargo udara.

Ia menjelaskan diprediksi pada akhir tahun 2021, jumlahnya mencapai 445.049 ton. Apalagi di tengah suasana pandemi COVID-19, kecenderungan orang berbelanja melalui e-Commerce semakin meningkat sehingga meningkatkan peluang bisnis kargo.

"Dengan mengoperasikan BIJB sebagai pusat logistik nasional, UMKM Indonesia juga bisa lebih mudah mengekspor hasil produksinya. Karena adanya kecepatan dan kemudahan dalam proses ekspor dan perizinan. Di sisi lain, juga bisa menghidupkan aktivitas di BIJB agar tak sepi atau bahkan seperti mati suri seperti sekarang ini," pungkasnya.

Sebagai informasi, dalam kunjungan Bamsoet di Majalengka hadir pula Direktur BIJB Muhammad Singgih, Dirjen Perhubungan Udara Novie Riyanto, Direktur Utama Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin dan Kepala Biro BUMD & Investasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat Irfan Hadisiswanto. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri jajaran Asia Cargo Airlines, antara lain Group CEO Marco Isaak, Chief Operating Officer Fuad Bafana, serta Director of Air Operations Capt. Atiq M Amin.

(akn/ega)