Tekan Kemiskinan, Pemprov Sumsel Luncurkan Gerakan Mandiri Pangan

Erika Dyah - detikNews
Kamis, 02 Des 2021 20:50 WIB
Sumsel Mandiri Pangan
Foto: Pemprov Sumsel
Jakarta -

Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (SMP) resmi diluncurkan dengan Grand Launching yang berlangsung di Kabupaten Lahat hari ini. Gerakan ini diinisiasi oleh Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru untuk menjadikan wilayahnya sebagai daerah mandiri pangan.

Dalam kesempatan ini, Herman meminta secara tegas agar launching serupa dilakukan hingga ke kabupaten/kota lainnya di Sumsel. Ia berharap lewat gerakan serentak ini pihaknya dapat meminimalisir terjadinya kerawanan pangan serta menekan angka kemiskinan di Sumsel. Ia pun berharap peningkatan ekonomi masyarakat segera terwujud.

Dalam kegiatan peluncuran yang berlangsung terpusat di Pelataran Plaza Sungai Lematang, Lahat, ini Herman menyampaikan harapannya agar gebrakan ini dapat mengubah mindset masyarakat dari yang sebelumnya konsumtif menjadi produktif.

"Program gerakan Sumsel Mandiri Pangan benar kita luncurkan. Target kita di masa yang akan datang kita melepaskan ketergantungan atas komoditas yang dikirim dari luar seperti sayur-mayur, cabai, tomat komoditas lainnya," kata Herman dalam keterangan tertulis, Kamis (2/12/2021).

Ia mengatakan kemandirian pangan di Sumsel akan dimulai dari kemandirian pangan pada tingkat rumah tangga. Menurutnya, masyarakat mempunyai kemampuan untuk mewujudkan ketahan pangan dan gizi keluarga melalui pengembangan ketersediaan, distribusi, dan konsumsi pangan dengan memanfaatkan sumber daya setempat secara berkelanjutan.

"Saya mengajak kepada masyarakat untuk menghasilkan sendiri saja dengan tidak perlu ketergantungan dengan orang lain," ungkapnya.

Selain itu, Herman pun menilai gerakan yang sederhana ini menjadi bentuk kepedulian kepada seluruh masyarakat. Sebab gerakan ini tidak hanya ditujukan pada segmen tertentu, tapi tertuju pada kesejahteraan rakyat.

Lebih lanjut, ia berharap melalui gerakan ini pola pikir masyarakat dapat berubah. Dari yang biasanya hanya menjadi pembeli, bisa berubah menjadi produsen atau penghasil.

"Apapun gerakan kita untuk kesejahteraan masyarakat. Saya bersama teman-teman dan berbagai mitra untuk mengejar kesejahteraan itu secara konkret tanpa berbasa-basi. Ini adalah jalan pintas untuk mengubah mindset yang tadinya jiwa pembeli kita bergeser ke penghasil," ucapnya.

Guna memaksimalkan gerakan ini, Herman pun meminta seluruh pihak terkait untuk bertanggung jawab. Mulai dari organisasi-organisasi seperti TP. PKK, Ikatri, Persit, Bhayangkari dan organisasi lainnya, juga CSR korporasi yang menurutnya sudah mengarah ke SMP dan akan dievaluasi selama enam bulan.

"Titik sasaran pada SMP ini adalah ibu-ibu rumah tangga. Artinya semua pihak mempunyai tanggung jawab. Jadi kita butuh kerja konkret dan otentik," tuturnya.

Klik halaman selanjutnya >>