'Kisah Sang Anak Lontar' Firli Bahuri Saat Seminar Antikorupsi

Zunita Putri - detikNews
Kamis, 02 Des 2021 16:32 WIB
Ketua KPK Firli Bahuri mengikuti upacara pelantikan Pimpinan dan Dewan Pengawas KPK di Istana Negara, Jakarta, Jumat (20/12/2019). Presiden Joko Widodo melantik lima pimpinan KPK periode 2019-2023 yakni Firli Bahuri, Alexander Marwata, Lili Pintauli Siregar, Nawawi Pomolango dan Nurul Ghufron. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/wsj.
Ketua KPK Firli Bahuri (Antara Foto)
Jakarta -

Ketua KPK Firli Bahuri memiliki video profil berjudul Kisah Sang 'Anak Lontar'. Video Profil itu kerap ditampilkan Firli di mana-mana ketika dia menyampaikan sambutan.

Video profil itu ditampilkan Firli saat mengisi acara Seminar Nasional Transformasi Perizinan Berbasis Risiko Pada Sektor Pertambangan di Kendari, Sulawesi Tenggara, 1 Desember 2021, yang ditampilkan di YouTube KPK. Kemudian di acara Puncak Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia 'Pulihkan Negeri Saat Pandemi Perkuat Pajak Tanpa Korupsi' di YouTube Ditjen Pajak.

Video itu ditampilkan sebelum Firli bicara di acara tersebut, durasi video profil Firli sekitar 5 menit. Di awal video tertulis Kisah Sang 'Anak Lontar' Cretaed by Esyerpe Tim Kreasi.

Screenshot Kisang Sang Anak Lontar, Video Profil Firli BahuriFoto: Screenshot Kisang Sang Anak Lontar, Video Profil Firli Bahuri (YouTube Ditjen Pajak)

Isi video profil itu adalah perjalanan hidup Firli Bahuri. Video itu menceritakan kehidupan Firli sejak lahir, lulus sekolah, masuk polisi, hingga menjadi Ketua KPK.

Bagian awal video menampilkan gambar bumi kemudian menampilkan peta wilayah Sumatera Selatan, tepatnya Desa Lontar, Kecamatan Muara Jaya, Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan. Tertulis Firli lahir di Desa Lontar Muara Jaya, OKU, pada 8 November 1963.

"Pada 8 November 1963 di Desa Lontar Muara Jaya, OKU lahirlah seorang bayi laki-laki tampan anak seorang petani di rumah sederhana," bunyi tulisan di video itu seperti dilihat, Kamis (2/12/2021).

Screenshot Kisang Sang Anak Lontar, Video Profil Firli BahuriFoto: Screenshot Kisang Sang Anak Lontar, Video Profil Firli Bahuri (YouTube Ditjen Pajak)

Di situ dijelaskan perjalanan Firli tidak mudah karena anak di usia 5 tahun ditinggal mati ayahnya. Dia disebut menjadi tulang punggung keluarga mencari nafkah dengan berjualan, kerja, dan mencuci mobil untuk biaya sekolah.

Hingga akhirnya dia lulus SMA pada 1982, kemudian mendaftar Akabri tidak lolos, baru pada 1984 dia mendaftar polisi lagi dan diterima menjadi bintara dengan pangkat sersan dua (serda). Pada 1987, Firli lolos sebagai Capratar Akabri Kepolisian di Magelang.

Karirnya terus moncer, pada 1991 Firli bertugas di Jakarta sebagai Komandan Pleton II Sabhara Ditsamapta Polda Metro Jaya. Karirnya terus naik saat dia dipilih menjadi ajudan Boediono, yang saat itu Wakil Presiden RI.

"Sang 'Anak Lontar' bintangnya terus bersinar. Dia menjadi ajudan Wakil Presiden Boediono," tulis video itu.

Screenshot Kisang Sang Anak Lontar, Video Profil Firli BahuriFoto: Screenshot Kisang Sang Anak Lontar, Video Profil Firli Bahuri (YouTube Ditjen Pajak)

Kemudian Firli naik pangkat menjadi Brigjen menjadi Kapolda NTB. Dicantumkan juga Firli pernah menjabat Deputi Penindakan KPK, setelah itu naik pangkat lagi menjadi Irjen dan menjabat Kapolda Sumsel, hingga kini menjadi Ketua KPK dan pangkatnya dinaikkan menjadi bintang 3, yaitu Komjen.

Dalam video itu juga disebut Firli adalah sosok yang merakyat dan dicintai rakyat. Dia juga disebut sosok yang penyayang keluarga.

"Firli Bahuri, pengabdian untuk Indonesia," bunyi tulisan di akhir video.

(zap/dhn)