Polri soal Usulan Buya Syafii: Ada 55 Hafiz Al-Qur'an Direkrut Masuk Bintara

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Kamis, 02 Des 2021 15:15 WIB
Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo
Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo (Rakha/detikcom)
Jakarta -

Polri menegaskan usulan cendekiawan muslim Ahmad Syafii Maarif atau Buya Syafii, yang meminta santri berkualitas direkrut dalam pendidikan Akademi Kepolisian (Akpol), sudah dilakukan. Bahkan, sebanyak 55 hafiz Al-Qur'an direkrut masuk bintara pada 2020/2021.

"Polri menerima rekrutmen Bintara tahun 2020/2021 kategori hafiz Al-Qur'an sebanyak 55 orang, Musabaqah Qiroatil Kutub (MQK) sebanyak 1 orang, dan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) sebanyak 9 orang," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo melalui keterangan tertulis, Kamis (2/12/2021).

Dedi mengatakan, sejak 2017, Polri secara konsisten membuka rekrutmen anggota Polri bersumber dari pesantren, hafiz Al-Qur'an, hingga siswa berprestasi agama lainnya.

"Polri dari tahun 2017 sampai dengan saat ini sudah melaksanakan kegiatan rekrutmen anggota Polri dari perwira sampai Bintara yang memiliki latar belakang santri, hafiz Qur'an, juara MTQ dan siswa berprestasi agama lainnya dari berbagai provinsi," tuturnya.

Lebih lanjut, Dedi menyebut, sejak 2017 itu pula, sudah puluhan santri dari pesantren mengikuti pendidikan, baik bintara maupun perwira. Adapun rinciannya 44 santri mengikuti pendidikan bintara dan 47 santri mengikuti pendidikan perwira.

Dedi menambahkan Polri juga menerima rekrutmen Bintara Berkompetensi Khusus (Bakomsus) agama dari berbagai provinsi dengan total 77 orang.

"Sesuai kebijakan Kapolri, pola rekrutmen tersebut akan terus dilaksanakan oleh Polri," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Buya Syafii memberikan usulan kepada Polri. Buya meminta institusi Polri merekrut santri berkualitas untuk bergabung dalam pendidikan Akpol.

Usulan Buya yang berupa video itu diunggah oleh akun Twitter @budhihermanto. Dalam video itu, Buya menilai rekrutmen santri menjadi polisi akan mempermudah menangani radikalisme.

"Saya Ahmad Syafii Maarif, salah seorang warga negara yang sudah berusia 80-an. Dengan ini berharap kepada pihak kepolisian, terutama Kapolri dan jajarannya, untuk merekrut para santri menjadi Akpol," kata Buya dikutip dari video tersebut, Selasa (30/11).

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini menilai tidak perlu banyak santri yang dimasukkan ke Akpol. Tapi yang masuk Akpol harus benar-benar berkualitas. Ia menilai hal dapat mempermudah Polri menumpas kelompok radikal.

"Tidak usah banyak-banyak. Tujuannya apa? Untuk mendampingi polisi menghadapi kelompok-kelompok yang menyimpang ini. Kelompok-kelompok yang anti-Pancasila, kelompok-kelompok radikal. Itu kalau polisi mengerti agama, mengerti bahasa mereka, akan lebih mudah," ucapnya.

Menurutnya, Polri harus proaktif mencari santri yang layak masuk Akpol. "Polisi harus proaktif untuk ini. Dicari betul-betul berkualitas, sama seperti yang lain. Sampai nanti mereka menjadi perwira, tapi mereka mengerti kitab kuning mengerti kitab-kitab agama, seperti yang dipahami kelompok radikal ini," imbuh Buya Syafii.

(drg/isa)