Jerinx Masih Duta Antinarkoba BNN Bali Meski Ditahan di Kasus Pengancaman

Sui Suadnyana - detikNews
Kamis, 02 Des 2021 14:47 WIB
Jerinx SID usai menjalani sidang tuntutan, di PN Denpasar, Bali, Selasa (3/10/2020).
Jerinx SID (Foto: dok. detikcom)
Denpasar -

Drummer Superman Is Dead (SID) I Gede Ari Astina alias Jerinx ditahan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Pusat dalam kasus pengancaman terhadap Adam Deni. Meski ditahan, status Jerinx sebagai duta antinarkoba bersama istrinya Nora Alexandra tak dicabut.

"Sampai saat ini JRX dan Nora Masih sebagai relawan antinarkoba BNNP Bali," kata Kepala BNNP Bali Brigjen Gde Sugianyar Dwi Putra dalam keterangan tertulis kepada detikcom, Kamis (2/12/2021).

Menurut Sugianyar, selama ini Jerinx sangat aktif membantu BNNP Bali dalam mengkampanyekan bahaya narkoba dan program rehabilitasi. Hal itu sesuai dengan program BNN, yang berupaya mengedukasi masyarakat dengan pendekatan soft power.

"BNNP Bali menggandeng seluruh lapisan masyarakat yang memiliki agenda antinarkoba tanpa memandang status untuk bersama berperan aktif dalam mengatasi permasalahan narkotika, termasuk JRX, yang selama ini sangat dikenal memiliki popularitas tinggi, khususnya di kalangan generasi muda," terangnya.

Selain Jerinx, BNNP Bali menggandeng tokoh masyarakat lainnya, seperti Jro Dalang Cenk Blonk, Ajik Krisna, Jun Bintang, Puja Astawa, Erick est, dan lainnya. Upaya itu dilakukan dengan harapan bisa menyentuh seluruh lapisan masyarakat sehingga program BNN terkait penanganan masalah narkoba masih tetap terus berjalan lancar.

Menurut Sugianyar, hal ini sesuai dengan Pasal 104 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009. Pasal ini menerangkan bahwa masyarakat mempunyai kesempatan yang seluas-luasnya untuk berperan serta membantu pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap.

Selain itu, juga dalam Pasal 105 UU Nomor 35 Tahun 2009. Pasal ini menerangkan masyarakat mempunyai hak dan tanggung jawab dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika.

Sugianyar menegaskan kasus hukum yang menyangkut Jerinx tidak ada hubungannya dengan penanganan/masalah narkoba. Ia pun mengaku menghormati proses hukum Jerinx saat ini.

"Mari kita hormati proses hukum JRX saat ini. Semoga kasus JRX bisa secepatnya selesai dan mendapatkan keputusan yang terbaik," kata Sugianyar.

Sebelumnya diberitakan, Jerinx SID memohon penangguhan penahanan kepada jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Jakpus. Ada beberapa alasan Jerinx meminta penangguhan penahanan, salah satunya harus mengurus ibunda yang sakit-sakitan.

Pengacara Jerinx, Sugeng Teguh Santoso, menilai kliennya bersikap kooperatif selama menjalani proses pemeriksaan di kepolisian hingga dilimpahkan ke kejaksaan.

"Ya kan Jerinx kooperatif ya selama ini. Waktu menjelang tahap satu Jerinx dari Bali datang. Kemudian Jerinx untuk barang bukti sudah disita semua," kata Sugeng saat dihubungi, Kamis (2/11).

(nvl/nvl)