Surati KSAD soal Pengamanan TNI, Hillary Ngaku Tak Komunikasi Politik

Matius Alfons - detikNews
Kamis, 02 Des 2021 14:46 WIB
Hillary Brigitta Lasut dari Partai NasDem. (Dok Pribadi)
Hillary Brigitta Lasut dari Partai NasDem (Foto: dok. pribadi)
Jakarta -

Anggota Komisi I DPR RI, Hillary Brigitta Lasut, buka suara menjelaskan lebih jauh terkait permintaan bantuan pengamanan ke KSAD Jenderal Dudung Abdurachman. Hillary memastikan hanya menyurati Dudung terkait permintaannya tersebut.

"Saya nggak bicara langsung, saya hanya ikuti prosedur menyurat saja seperti biasa, hanya administratif saja," kata Hillary saat dihubungi detikcom, Kamis (2/12/2021).

Hillary menyatakan tidak berkomunikasi politik langsung dengan Jenderal Dudung. Menurutnya, permintaan pengamanan itu disampaikan lewat surat yang dikirimkan stafnya.

"Jadi saya tidak ada komunikasi politik dengan Pak Dudung, hanya staf saya menyurat minta bantuan BKO," ucapnya.

Dia juga menyebut tidak ada respons dari Jenderal Dudung atas suratnya. Namun dia memastikan memperhatikan kesejahteraan prajurit TNI yang diarahkan mengawal dirinya.

"Nggak direspons, cuma dibantu proses saja, saya tanggung kesejahteraan prajuritnya," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, anggota DPR Hillary Brigitta Lasut mengakui meminta bantuan pengamanan TNI. Permintaan tersebut disampaikan anggota DPR termuda itu dengan menghubungi KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman.

"Banyak yang bertanya soal apakah benar saya meminta ajudan atau bantuan pengamanan dari TNI. Benar, saya menyurat ke KSAD untuk memohon bantuan pengamanan sesuai dengan Permen No 85 Tahun 2014," kata Hillary di akun Instagram seperti dikutip Kamis (2/12).

Hillary mengaku sudah lama mempertimbangkan bantuan pengamanan TNI karena secara fisik dan mental selalu siap untuk keadaan darurat. Hillary mengaku terlalu sering merepotkan Kapolri kalau memintanya kepada kepolisian.

"Terkait banyaknya kasus masyarakat kecil di Sulut yang saya kawal, saya merasa lebih nyaman kali ini meminta bantuan TNI," sebut Hillary.

(maa/gbr)