Wagub DKI Beberkan Harga Sumur Resapan, Termahal Rp 13,2 Juta

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Kamis, 02 Des 2021 14:34 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria
Wagub DKI Ahmad Riza Patria (Tiara/detikcom)
Jakarta -

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria membeberkan biaya pembangunan sumur resapan di Ibu Kota. Harganya berkisar Rp 7-13 juta.

Riza awalnya menjelaskan sumur resapan terdiri atas beberapa tipe. Masing-masing tipe memiliki biaya yang beda.

"Ada tipe Buis Beton dan tipe modular. Sebagai contoh, untuk buis beton harga berkisar di Rp 13,2 juta tipe buis beton berlubang heavy duty, ini harga termahal Adhi Mix. Sedangkan untuk tipe modular harga berkisar di Rp 7,3 juta per m3," kata Riza dalam keterangannya, Kamis (2/11/2021).

Riza menuturkan, saat ini Pemprov DKI Jakarta tengah mengejar target penyelesaian sumur resapan hingga akhir tahun sesuai kontrak. Total Pemprov DKI menargetkan pembangunan sumur resapan di 26.932 titik atau 53.050 m3 untuk tipe Buis Beton.

Sedangkan untuk tipe modular targetnya sebesar 18.224 m3 dan optimalisasi peningkatan menjadi sumur sedang setinggi 20 meter sebesar 356 m3.

"Total yang sudah terpasang saat ini sudah lebih dari 19.042 titik = 37.369 m3 dan ini terus bertambah jumlahnya," jelasnya.

"Diselesaikan yang sudah berkontrak semua, mengejar target penyelesaian pekerjaan di akhir tahun karena ini adalah proyek single year," sambungnya.

Sebelumnya diberitakan, DPRD menghapus anggaran sumur resapan pada APBD 2022 mendatang sebesar Rp 120 miliar. Ke depannya, Pemprov DKI Jakarta akan melibatkan pihak swasta hingga masyarakat agar pembangunan sumur resapan terus berlanjut.

"Yang akan lebih digalakkan adalah kolaborasi pelaksanaan drainase vertikal oleh pihak non-Pemprov (swasta, masyarakat, lembaga pemerintahan lain) yang memegang porsi lebih besar," kata Riza dalam keterangannya.

Riza menyebut saat ini 8,9 persen aset sumur resapan di Ibu Kota dipegang oleh Pemprov DKI, 35 persen pihak swasta, dan 53 persen oleh masyarakat. Pada tahun depan, proyek akan difokuskan pada pembangunan drainase vertikal tipe waduk yang berfungsi untuk menampung air hujan.

(taa/isa)