Warga Sempat Larang Panitia Diksar Maut IAIN Parepare Berkegiatan di Sungai

Hasrul Nawir - detikNews
Kamis, 02 Des 2021 13:31 WIB
Evakuasi kegiatan diksar maut di Parepare Sulsel
Proses evakuasi mahasiswa peserta Diksar KSR IAIN Parepare. (Hasrul Nawir/detikcom)
Parepare -

Dua mahasiswi peserta pendidikan dasar (diksar) Korps Suka Rela (KSR) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare, Sulawesi Selatan, tewas setelah air bah datang di Sungai Assokange tempat kegiatan diksar berlangsung. Ternyata Ketua RW di tempat berlangsungnya kegiatan Diksar telah melarang panitia berkegiatan di aliran Sungai Assokange.

"Ada penyampaian bahwa mahasiswa melapor ke Bu RW Bilalang, namun Bu RW melarang, di musim hujan ini, hujan deras, tiba-tiba (potensi) air bah datang. Sudah ada larangan untuk tidak melakukan aktivitas, Bu RW melarang namun tidak dihiraukan," ujar Camat Bacukiki Saharuddin dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (2/12/2021).

Untuk diketahui, KSR IAIN Parepare menggelar diksar di RW Bilalang, Kelurahan Lemoe, Kecamatan Bacukiki, pada Jumat (26/11) hingga Minggu (28/11). Panitia lalu membuat kegiatan di daratan di tengah aliran sungai dan diikuti oleh 31 orang peserta dan panitia. Namun nahas, saat kegiatan berlangsung, hujan dengan intensitas tinggi terjadi lokasi.

Tiba-tiba air bah datang dan membuat peserta terjebak. Beberapa peserta berhasil menyelamatkan diri ke pinggir sungai, sementara sebagian berpegangan pada batang kayu di tengah sungai.

Sahar melanjutkan, sebelum kegiatan Diksar berlangsung tidak ada penyampaian dari panitia kepada kecamatan.

"Perlu kami sampaikan kembali bahwa mahasiswa IAIN yang melakukan diksar di Sungai Bilalang (Sungai Assokange) beberapa hari yang lalu tidak ada penyampaian ke kecamatan. Kemudian kami breakdown ke bawah ke Kelurahan Lemoe, ternyata juga tidak ada penyampaian lisan maupun tertulis, penyampaian cuma kepada ketua RW itu pun tidak diizinkan," tegasnya.

Kapolres Parepare AKBP Welly Abdillah ketika dimintai konfirmasi terpisah mengatakan dari hasil penyelidikan sementara memang tidak ada izin dari kegiatan yang merenggut 2 nyawa peserta diksar itu.

"Untuk dari pihak kepolisian memang tidak ada izin yang dikeluarkan, kemudian dari pemerintah setempat dan dari keterangan pemerintah setempat memang mereka tidak mengeluarkan izin," bebernya.

Welly mengatakan pihaknya masih melakukan pemeriksaan secara mendalam terhadap sejumlah saksi .

"Sudah diperiksa beberapa saksi baik itu warga sekitar lokasi, kemudian pejabat pemerintah setempat, kemudian ada beberapa juga kita periksa dari mahasiswa baik panitia maupun peserta. Kita masih mendalami apakah terpenuhinya pidana atau bukan, ketika itu pidana kita akan tingkatkan ke proses penyidikan, " pungkasnya.

(nvl/nvl)