Panitia Bantah Gelar Kontes Waria Pakai Izin Khatam Al-Qur'an di Sulbar

Abdy Febriady - detikNews
Kamis, 02 Des 2021 13:01 WIB
Polman -

Pemerintah di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), membubarkan acara yang disebut kontes waria menggunakan izin khatam Al-Qur'an. Penanggung jawab acara membantah tudingan melakukan kontes waria, tapi menggelar acara hajatan.

"Jadi itu bukan kontes. Hanya saja karena tenda dan interior yang digunakan WO (wedding organizer) itu sangat wah dan baru pertama kali, jadi banyak yang tertarik datang untuk menonton," ungkap penanggung jawab wedding organizer dalam acara itu, Kiki Busman, saat dimintai konfirmasi wartawan, Kamis (2/12/2021).

Kiki menegaskan waria yang hadir di acara hajatan itu hanyalah tamu undangan.

"Kalau kontes itu pasti ada panggung khusus, ada nomor peserta. Sementara dalam kegiatan kemarin itu tidak ada," tegasnya.

"Adapun waria yang hadir itu adalah tamu undangan saya karena kebetulan saya punya WO, dan memang saya baru pertama kali menggelar hajatan sehingga mereka semua berdatangan," lanjutnya.

Kiki mengaku sengaja menata panggung acaranya berbeda dengan yang lain, agar terlihat lebih mewah. Hal itu juga menjadi salah satu strategi promosi usaha WO yang digelutinya.

"Memang sengaja panggungnya saya desain seperti itu, seolah tamu undangan yang datang berjalan-berjalan di atas catwalk, karena saya juga ingin mempromosikan usaha yang saya geluti, biar banyak yang tertarik, bebernya.

Apalagi, menurut dia, tamu undangan yang hadir dalam acara tersebut bukan hanya dari kalangan waria, tetapi masyarakat umum serta sejumlah koleganya yang berdatangan dari berbagai daerah.

"Jadi bukan kontes, tamunya juga banyak, bukan hanya waria. Semua tamu undangan melewati panggung yang mirip catwalk, mereka tidak jalan satu-satu seperti peserta kontes, namun seperti biasanya," terang Kiki.

Hanya, lanjut kata Kiki, sebagian tamu undangan di antaranya waria yang menggunakan aneka macam motif pakaian, tidak langsung meninggalkan lokasi acara, hingga mengundang perhatian.

"Jadi kebetulan saja, karena banyak yang tidak langsung pulang, mereka merasa nyaman di dalam tenda yang mewah. Makanya orang berpikir kita melaksanakan kontes, padahal tidak seperti itu. Adapun pakaian yang saya pamerkan dalam acara itu adalah barang jualan, siapa tahu ada yang berminat untuk membelinya," imbuhnya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.