Anies Dinilai Tak Punya Rencana Matang Bangun Sumur Resapan Jakarta

Matius Alfons - detikNews
Kamis, 02 Des 2021 06:26 WIB
Jalan Lebak Bulus III Rusak Akibat Sumur Resapan
Jalan Lebak Bulus III Rusak Akibat Sumur Resapan (Wildan-detik)
Jakarta -

Program sumur resapan Gubenur Anies Baswedan menuai berbagai sorotan. Pakar Tata Kota Universitas Trisakti, Nirwono Yoga menilai memang sumur resapan tersebut tidak direncanakan matang.

"Pemda atau gubernur tidak memiliki rencana matang terkait pembangunan sumur resapan, penempatan titik-titik sumur banyak yang tidak tepat seperti di trotoar, dekat BKT atau sekitar kali atau kanal, karena mereka tidak memiliki rencana induk pembangunan sumur resapan," kata Nirwono saat dihubungi, Rabu (1/12/2021).

Tak hanya itu, Nirwono mengatakan pembangunan sumur resapan tidak efektif lantaran hanya membantu mengurangi genangan air berskala mikro. Sumur tersebut dinilai tidak bisa meredam banjir berskala kawasan dan kota.

"Drainase vertikal atau sumur resapan (beda istilah saja) hanya berfungsi membantu mengurangi genangan air skala mikro (halaman rumah, sekolah, parkir, jalan lingkungan sekitar, taman), bukan meredam banjir skala kawasan atau kota," ucapnya,

"Titik banjir tidak banyak berubah, tetapi efektivitas sumur resapan tidak banyak, banyak warga yang mengeluhkannya. Artinya penempatan titik sumur tidak tepat. Sumur resapan bukan solusi atasi banjir, hanya bantu meresapkan genangan hujan dalam skala mikro seperti halaman rumah, taman," lanjutnya.

Nirwono lantas menyarankan Pemprov DKI menghentikan pembangunan sumur resapan dengan dana APBD lantaran hanya pemborosan dan tidak efektif. Lebih baik, kata dia, pembangunan sumur resapan diserahkan kepada manusia setiap warga.

"Sebaiknya pembangunan sumur resapan diserahkan kepada setiap warga untuk membangun sendiri di halaman rumahnya, jangan menggunakan dana APBD maupun dana PEN pusat (pemborosan anggaran, tidak efektif/mubazir), lebih baik dana tersebut digunakan untuk mengatasi banjir seperti menata bantaran kali (mengatasi banjir kiriman); merevitalisasi situ, danau, embung, waduk, merehabilitasi saluran kota, menambah RTH baru (mengatasi banjir lokal), merestorasi kawasan pesisir Pantura Jakarta (mengatasi banjir rob)," ujarnya.

Simak video 'Penampakan Sumur Resapan di DKI yang Bikin Jalan Retak-Bergelombang':

[Gambas:Video 20detik]



(maa/idn)