Airlangga: Presidensi G20 agar Dunia Keluar dari Krisis-Lebih Tangguh

Erika Dyah - detikNews
Rabu, 01 Des 2021 21:16 WIB
Presidensi G20 Indonesia
Foto: Dok. Kemenko Perekonomian
Jakarta -

Presidensi Indonesia dalam Group of Twenty (G20) resmi dimulai sejak hari ini. Hal ini ditandai dengan digelarnya acara Opening Ceremony Presidensi G20 Indonesia bertempat di Lapangan Banteng, Jakarta.

Presidensi G20 Indonesia akan mengusung tema 'Recover Together, Recover Stronger'. Melalui tema tersebut, Presidensi G20 Indonesia diharapkan dapat memberikan semangat baru untuk mewujudkan tatanan dunia. Bukan hanya memberikan kesejahteraan dan kemakmuran, namun juga menjamin keberlanjutan kehidupan di masa depan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, selaku Ketua I Bidang Sherpa Track Presidensi G20 Indonesia mengungkap Presidensi G20 Indonesia akan fokus membawa 3 isu pembahasan strategis. Ia mengurai ketiga isu strategis tersebut antara lain penanganan kesehatan yang inklusif, transformasi ekonomi berbasis digital, dan transisi menuju energi berkelanjutan. Airlangga pun menilai Presidensi G20 Indonesia menjadi momentum untuk meningkatkan diplomasi ekonomi melalui upaya menciptakan arsitektur ekonomi dan kesehatan global pasca krisis.

"Presidensi G20 Indonesia bertujuan agar dunia dapat keluar dari krisis dengan lebih baik dan lebih tangguh. Hal ini tentunya membutuhkan transformasi cara kerja global, perubahan pola pikir dan model bisnis, pemanfaatan setiap kesempatan di tengah pandemi untuk menghasilkan terobosan baru," ungkap Airlangga dalam keterangan tertulis, Rabu (1/12/2021).

Airlangga menekankan G20 perlu fokus pada penguatan sistem multilateralisme dan kemitraan global yang efektif. Hal ini dibutuhkan guna memastikan perekonomian dunia tetap terbuka, adil, saling menguntungkan, dan menjamin tidak ada satupun yang tertinggal, khususnya kelompok miskin dan rentan.

Selain itu, Presidensi G20 juga menjadi momentum Indonesia untuk memperjuangkan aspirasi dan kepentingan negara-negara berkembang, sehingga dapat tercipta tata kelola dunia yang lebih adil. Terutama, untuk memperkuat solidaritas dunia dalam mengatasi ancaman perubahan iklim dan mendorong pembangunan berkelanjutan.

Diketahui, dalam kesempatan ini Airlangga turut melakukan penyerahan pin atau tanda tugas kepada perwakilan Chairs Working Groups dan Engagement Groups secara simbolis serta peluncuran alamat situs resmi G20 yakni www.g20.org. Ia menjelaskan, situs ini memuat informasi mengenai jadwal pertemuan, side events, dan workstreams. Baik dari Sherpa Track maupun Finance Track.

Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo juga menyampaikan keinginannya agar Presidensi G20 Indonesia tidak sebatas seremonial belaka.

"Indonesia mendorong negara-negara G20 untuk melakukan aksi-aksi nyata. Indonesia siap berkolaborasi dan menggalang kekuatan sehingga masyarakat dunia dapat merasakan dampak positif dari kerja sama ini. Indonesia juga harus menghasilkan terobosan-terobosan besar dari forum G20," ujar Jokowi.

Ia berharap Presidensi G20 dapat menambah wawasan masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda dan menegaskan bahwa keberadaan Indonesia sebagai negara besar sangat diperhitungkan oleh negara-negara lain di dunia. Baik dari sisi ekonomi, letak geografis, maupun sikap politiknya.

Menurutnya, Presidensi G20 Indonesia merupakan kesempatan bagi Indonesia untuk berkontribusi lebih besar bagi pemulihan ekonomi global dengan partisipasi aktif membangun tata kelola dunia yang lebih sehat, lebih adil, dan berkelanjutan berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Sebagai informasi, Opening Ceremony ini menampilkan lagu tema Presidensi G20 Indonesia berjudul 'Recover Together, Recover Stronger' yang diciptakan oleh Candra Darusman dan dibawakan oleh Afgan Syahreza. Ada juga pemutaran video kolaborasi musisi dan penyanyi Indonesia dengan Orkestra Anak Indonesia dan EGMS Children Choir, serta pagelaran seni dan budaya nusantara.

Kegiatan ini juga turut dihadiri oleh Wakil Ketua DPR Lodewijk F. Paulus, Wakil Ketua BPK Agus Joko Pramono, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny Plate, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Simak video 'Presidensi G20 Indonesia, Jokowi Fokus 3 Pada 3 Hal Ini':

[Gambas:Video 20detik]



(akn/ega)