Bahas Mobil-Rumah Mewah, Said Iqbal: Pesangon Saya Miliaran

Deden Gunawan - detikNews
Rabu, 01 Des 2021 20:28 WIB
Jakarta -

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengakui dirinya kerap diserang dengan berbagai informasi bernada fitnah. Ia kerap dituding menggunakan iuran para buruh untuk kepentingan pribadi dan keluarganya. Bahkan rumah megah di kawasan Kalisari, Jakarta Timur, pun disebut-sebut dibangun dengan dana para buruh.

"Kalau mobil yang saya tumpangi ini milik organisasi. Saya memang punya pribadi tapi ya harganya di bawah Rp 100 jutalah," kata Said Iqbal dalam program Blak-blakan di detikcom, Rabu (1/12/2021).

Untuk rumah di Kalisari, dia mengaku memang dibangun di atas lahan cukup luas. Tanahnya dibeli dengan cara mencicil lewat gaji yang ditabung selama bertahun-tahun oleh sang istri, Ika Liviana Gumay. Sebelum berpulang ke Rahmatullah karena sakit pada 17 Juli 2019, istrinya itu meminta dibangunkan rumah di dekat masjid.

"Saya sedih kalo ingat itu ya. Almarhumahlah yang jagain saya, jagain anak saya. Dia nabung buat beli tanah," cerita Iqbal. Suaranya mendadak parau. Dia berkisah mengenang sang istri seraya menahan air mata yang menggenang agar tak menetes.

Lelaki kelahiran Jakarta, 5 Juli 1968, itu menegaskan biaya pembangunan dari hasil jerih payahnya bersama sang istri. Said Iqbal pernah hampir 30 tahun bekerja di perusahaan multi-nasional dengan upah dua digit. "Jadi waktu dikasih pesangon, nilainya miliaran," beber Said Iqbal.

Andai pernah menilap iuran para buruh, kata Master Ekonomi lulusan UI itu, ia tentu tak akan dipercaya untuk memimpin organisasi selama lima periode. Bahkan pada 2013, Said Iqbal dianugerahi penghargaan internasional sebagai Tokoh Buruh Terbaik Dunia, The Fese Elisabeth Velasquez Award, oleh serikat pekerja Belanda.

(jat/jat)