Disdik Segera Perbaiki Atap SDN di Tangerang Jebol Diterjang Angin

Khairul Ma'arif - detikNews
Rabu, 01 Des 2021 17:11 WIB
SDN di Tangerang Ini Atapnya Jebol Bahayakan Siswa yang PTM (Foto: Khairul/detikcom)
SDN di Tangerang Ini Atapnya Jebol Bahayakan Siswa yang PTM (Khairul/detikcom)
Tangerang -

SD Negeri Karangharja 2 Cisoka, Kabupaten Tangerang, atapnya jebol diterjang angin kencang. Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang akan segera memperbaiki.

"Hari ini tim kami sudah ke lokasi meninjau langsung besok langsung mulai perbaikan," ujar Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Syaifullah, kepada wartawan, Rabu (1/12/2021).

Dia mengaku belum mengetahui secara rinci soal atap jebol di SDNegeri Karangharja 2. Dia baru tahu dari pemberitaan di media. Syaifullah memaparkan membutuhkan laporan lengkap untuk melakukan perbaikan.

"Coba mintakan surat laporannya mungkin bisa jadi bahan perhatian kami. Jika kami tahu dan apalagi ada laporan tertulis pastinya lebih sigap sesuai dengan arahan Pak Bupati agar semua OPD selalu siap dan respons cepat," paparnya.

Sebelumnya, dua ruang kelas di gedung SD Negeri Karangharja 2 Cisoka atapnya jebol karena angin kencang beberapa hari lalu. Seorang guru di SD tersebut, Ahmad Lomri mengatakan ada dua ruang kelas yang atapnya jebol yang digunakan untuk kelas IVA dan IVB.

"Kondisinya memprihatinkan karena atap kelas dan genteng itu jebol akibat angin besar yang menerjang sejak beberapa bulan yang lalu. Persisnya di bulan apa saya lupa, tetapi pas kejadian itu genteng sekolah pada terbang dan copot, ditambah sama hujan yang masuk ke dalam atap hingga jebol," ucap Lomri.

Menurut Lomri, saat ini pelaksanaan PTM terpaksa tetap memakai ruang kelas tersebut. Sebab, SDN Karangharja 2 tidak memiliki ruang kelas alternatif.

"Kami terpaksa harus tetap memakai ruangan yang rusak itu, untuk proses KBM siswa/siswi SDN Karangharja, khususnya bagi kelas IV, karena selain tidak ada ruangan lagi, saat ini siswa sedang melaksanakan ujian," imbuhnya.

Total jumlah siswa di SDN Karangharja 2 ada 400 siswa. Sementara untuk kelas IVA dan IVB sebanyak 62 siswa.

Lomri mengungkapkan atas kondisi ini pihaknya tidak tinggal diam. Lomri mengaku pihaknya sudah pernah melaporkan dan ajukan untuk perbaikan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang.

"Tetapi sampai sekarang tidak ada tembusan, bahkan kemarin juga kita sudah laporkan ke pemerintah setempat (Kecamatan) dan sama tidak ada respon juga. Hanya saja kemarin ada anggota dewan yang menanyakan kondisi sekolah," ungkapnya.

Lomri berharap pemerintah dan Dinas terkait untuk segera membantu proses perbaikan sekolah ini. Karena dari para orang tua murid sudah banyak yang menanyakan dan mengeluhkan terkait keselamatan anak-anaknya.

"Tetapi kami tidak bisa jawab juga memang kondisinya begini," pungkasnya.

(idn/idn)