PKB Sentil PAN soal Reshuffle: Jangan Dikte Presiden!

Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Rabu, 01 Des 2021 16:35 WIB
Jazilul Fawaid
Jazilul Fawaid (Foto: Dok. MPR)
Jakarta -

Wakil Ketua Umum DPP PKB Jazilul Fawaid menyinggung PAN terkait isu reshuffle atau perombakan kabinet. PAN diminta PKB tidak mendikte Presiden Jokowi.

"Perlu saya ingatkan karena reshuffle ini hak prerogatif Presiden, jangan mendikte-dikte apa yang menjadi kebijakan Presiden. Jadi, PAN atau siapa pun, biarkan Presiden mengambil keputusan, tanpa perlu ditekan-tekan dan didikte-dikte," ujar Jazilul, dalam keterangan tertulis, Rabu (1/12/2021).

Diketahui, PAN disebut-sebut ingin bergabung di kabinet meskipun pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 lalu, PAN berada di kubu yang berseberangan. Saat itu, PAN menjadi pendukung oposisi, yaitu pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Dengan demikian, Wakil Ketua MPR itu mengatakan pihaknya menghormati apa yang akan menjadi keputusan Presiden Jokowi dalam menyusun atau merombak kabinetnya.

"Karena reshuffle itu hak prerogatif Presiden, kami dari PKB manut saja apa yang nanti akan diambil oleh Presiden karena Presiden tahu apa yang terbaik buat Indonesia, dan tahu apa yang harus dilakukan dengan para menteri dan kabinetnya," ujar dia.

Sampai saat ini, kata dia, pimpinan partai belum diajak bicara oleh Presiden soal isu reshuffle. Meski begitu, ia memaklumi saat ini masyarakat cukup antusias dengan isu reshuffle yang diduga akan dilakukan pada Rabu Pon, 8 Desember 2021.

"Seperti lazimnya yang sering dilakukan Pak Presiden Jokowi, saat ini isu reshuffle memang sedang kencang dibicarakan, meskipun pihak Istana atau Pak Jokowi belum memberikan sinyal. Tetapi, masyarakat menunggu karena lazimnya Pak Jokowi melakukan reshuffle itu pada hari Rabu Pon, dan Rabu Pon itu akan jatuh pada 8 Desember," kata Jazilul.

Istana Bantah

Mensesneg Pratikno menyebut belum ada rencana reshuffle kabinet dalam waktu dekat ini.

"Setahu saya tidak ada rencana tersebut. Jadi, pokoknya semua menteri tetap bekerja seperti biasanya, semua wamen tetap bekerja seperti biasanya, jadi kita juga terus waspada," kata Pratikno kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (1/12/2021).

Pratikno memastikan semua menteri tetap bekerja, apalagi saat ini muncul Corona varian Omicron. Pemerintah, kata Pratikno, ingin memastikan kasus Corona terkendali dan perekonomian bergerak.

Saat ditanya kembali soal kemungkinan reshuffle di akhir tahun, Pratikno kembali menjawab hal yang sama. Termasuk saat dia ditanya soal kemungkinan reshuffle setelah PAN bergabung ke parpol pendukung pemerintah.

"Sampai saat ini tidak ada rencana. Jadi semua fokus bekerja. Sampai sekarang ini belum ada rencana, sampai sekaranglah ya," ujar Pratikno.

(gbr/gbr)