PDIP DKI Kritik Penunjukan Ketua Pelaksana Formula E: Bermuatan Politis

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Rabu, 01 Des 2021 16:17 WIB
Anggota DPRD DKI Fraksi PDIP, Gilbert Simanjuntak
Anggota DPRD DKI Jakarta F-PDIP Gilbert Simanjuntak (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

PDIP DKI Jakarta mengkritik penunjukan politikus NasDem Ahmad Sahroni menjadi Ketua Pelaksana Formula E. PDIP menilai pernyataan yang dilontarkan Sahroni terkait Formula E bermuatan politis dan tidak mencerminkan sikap profesional.

"Sepanjang pengamatan setelah penunjukan Bendahara NasDem sebagai penyelenggara balapan Formula E, tidak ada satupun pernyataan teknis profesional yang dilontarkan olehnya pun oleh IMI. Pernyataan yang keluar semua adalah bermuatan politis mulai dari meningkatkan ekonomi akan menaikkan citra Jakarta dan Indonesia dan pernyataan lainnya," kata anggota DPRD DKI Jakarta F-PDIP Gilbert Simanjuntak, kepada wartawan, Rabu (1/12/2021).

Gilbert menganggap Formula E baru diketahui oleh masyarakat setelah berpolemik. Terlebih, kata dia, ajang balap mobil listrik itu menggunakan APBD DKI yang merupakan uang rakyat Jakarta.

"Artinya Jakarta yang memperkenalkan Formula E, bukan sebaliknya. Citra Formula E yang naik dengan menggunakan uang rakyat Jakarta. Hasil BPK juga menganjurkan studi kelayakan ulang, karena hasil studi awal tidak benar," ujarnya.

Pernyataan politis selanjutnya yang disorot oleh Gilbert terkait lokasi venue Formula E yang akan ditentukan Presiden Joko Widodo (Jokowi). PDIP meminta agar Jokowi tidak dibawa-bawa dalam polemik Formula E.

"Dimulai dari pernyataan FEO Alberto Longo yang mengatakan Presiden akan menentukan venue (lokasi balapan) yang tentunya bukan ujug-ujug tapi atas paparan yang dia dengar. Yang jelas, semua kegiatan ini adalah biaya rakyat DKI, dan hasil survei membuktikan 70,1% warga DKI tidak membutuhkan balapan orang luar negeri di Jakarta pada saat ini," ucapnya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya: