Gerindra Percaya Jokowi soal Reshuffle Kabinet

Rakha Arlyanto Darmawan - detikNews
Rabu, 01 Des 2021 14:54 WIB
Jakarta -

Kabar terbaru soal reshuffle Kabinet Indonesia Maju santer disebut pada Rabu Pon, 8 Desember. Partai Gerindra menyebut tidak akan mempengaruhi keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam urusan reshuffle kabinet.

"Kami tak berusaha mempengaruhi sama sekali," kata Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani kepada wartawan, Rabu (1/12/2021).

Menurutnya, Gerindra menaruh kepercayaan penuh kepada Jokowi untuk me-reshuffle kabinet. Alasannya, reshuffle kabinet merupakan hak prerogatif Presiden.

"Gerindra percaya sepenuhnya ke Presiden Jokowi untuk melakukan tindakan apa saja sebagai pemegang dan kepala pemerintahan. Apakah mau melakukan reshuffle, kementerian apa saja, penggantinya siapa, kami serahkan ke Presiden karena itu hak prerogatif Presiden," terang Muzani.

Diberitakan sebelumnya, kabar terbaru mengenai reshuffle Kabinet Indonesia Maju Presiden Joko Widodo (Jokowi)-Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Desas-desusnya, reshuffle kabinet digelar Rabu Pon, 8 Desember.

Kabar mengenai reshuffle kabinet pun berembus kencang sejak 2 bulan lalu, terlebih setelah PAN bergabung ke Kabinet Indonesia Maju. Kursi Wakil Menteri ESDM yang sudah disiapkan Jokowi lewat perpres baru pun disebut-sebut terkait reshuffle.

Merujuk pada kebiasaan Presiden Jokowi dalam reshuffle, hari Rabu tanggal 8 adalah Rabu Pon. Akankah Presiden Jokowi mengumumkan reshuffle pada hari tersebut?

Waketum PPP Arsul Sani menanggapi isu reshuffle. Arsul menjawab sambil setengah bergurau.

"Reshuffle? Saya tanya tokek Istana dulu," ujar Arsul sambil bergurau di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Pusat (Jakpus), Senin (29/11/2021).

Arsul mengatakan, berdasarkan pengalamannya, informasi perombakan kabinet jarang dikomunikasikan oleh Presiden Jokowi. Bahkan, lanjutnya, tak diketahui oleh para pimpinan partai politik.

"Kemarin-kemarin selama Pak Jokowi, ya, itu tidak pernah diomongkan, termasuk dengan pimpinan partai politik, jauh-jauh hari nggak pernah," ungkapnya.

Menurut dia, pemberitahuan perombakan kabinet kepada parpol koalisi pemerintah baru dilakukan Jokowi minimal dua hari sebelum hari-H. Ia menuturkan pemberitahuan itu tidak secara menyeluruh, melainkan hanya kepada partai-partai tertentu.

(rak/gbr)