Wagub Cek Info Staf Pejabat di DKI Terkait Penembakan di Tol Bintaro

Anggi Muliawati - detikNews
Rabu, 01 Des 2021 13:06 WIB
Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria
Wagub DKI Riza Patria (Karin Nur Secha/detikcom)
Jakarta -

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengaku bakal mengecek identitas pria O yang meminta bantuan karena merasa dibuntuti oleh korban dan berujung penembakan oleh Ipda OS di Exit Tol Bintaro. O dikabarkan merupakan seorang staf pejabat DKI non-eksekutif.

"Baru saya terima beritanya, nanti saya cek kembali," ujar Riza kepada wartawan di Balai Kota Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (1/12/2021).

Riza mengaku baru tahu kabar tersebut dari informasi di media massa. Dia belum mengecek informasi tersebut ke DPRD DKI.

"Saya sendiri belum cek ke DPRD siapa orangnya. Bagaimana nanti, kita akan cek, ya," ujar Riza.

Kasus penembakan tersebut saat ini sedang dalam proses penyelidikan Polda Metro Jaya. Riza mempercayakan segala proses hukum kepada polisi.

"Sekarang prosesnya kan sudah ditangani Polda Metro Jaya. Jadi kami percaya, apa langkah yang akan diambil oleh Polda Metro, saya kira sudah sesuai aturan," ujar Riza.

Lebih lanjut Riza mengimbau masyarakat selalu berhati-hati dan tidak saling mengancam.

"Prinsipnya, kita sesama warga tidak boleh saling mengancam, apalagi mengganggu, mengikuti, membuntuti, dan sebagainya," ujarnya.

Polisi Ungkap Penembakan di Tol Bintaro

Sebelumnya diberitakan, pria inisial O menelepon anggota PJR Polda Metro Jaya Ipda OS sebelum peristiwa penembakan di Exit Tol Bintaro, Jakarta Selatan, terjadi. Lalu kenapa pria O langsung melaporkan ke Ipda OS dan bukannya minta bantuan ke polsek terdekat?

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan mengatakan pria O dan Ipda OS diketahui memiliki hubungan pertemanan. Atas dasar itu, pria O langsung menelepon kepada Ipda OS.

"Begini, ini karena pertemanan saja di antara mereka," kata Zulpan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (1/12/2021).

Zulpan belum memerinci hubungan pertemanan yang dimaksud antara pria O dan Ipda OS. Dia hanya menyebut dari temuan awal keduanya disebut saling kenal sehingga Ipda OS berniat membantu temannya tersebut.

"Karena kan dia (pria O) nelepon, dia pasti punya hubungan pertemanan," ujar Zulpan.

Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan terkait kasus penembakan di Exit Tol Bintaro. Ipda OS masih menjalani pemeriksaan di Propam Polda Metro Jaya.

Kasus ini berawal dari laporan pria inisial O kepada Ipda OS. Saat itu O menelepon Ipda OS mengaku dibuntuti oleh tiga mobil dari daerah Sentul.

"Karena terancam, orang tersebut lapor ke kepolisian," ujar Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat kepada wartawan, Selasa (30/11).

Ipda OS terkonfirmasi anggota Ditlantas Polda Metro Jaya. Dia berdinas di Induk PJR Jaya 04 Pondok Pinang, Jakarta Selatan.

Menurut Tubagus Ade, Ipda OS kemudian mengarahkan pelapor O menuju tempatnya berdinas.

"Karena anggota Polri berdinas di sana, (pria O) diarahkan menuju ke sana, maksudnya supaya aman," tutur Tubagus Ade.

Tubagus Ade mengatakan sempat terjadi keributan antara Ipda OS dengan dua orang penguntit tersebut. Tidak berselang lama, Ipda OS kemudian melepaskan tembakan kepada dua penguntit.

Dua orang itu terkena luka tembak. Belakangan, salah satu korban luka tembak bernama Poltak Pasaribu dinyatakan meninggal dunia.

Simak juga Video: Jadi Pelaku Penembakan, Polisi PJR Polda Metro Belum Ditetapkan Tersangka

[Gambas:Video 20detik]



(knv/knv)