Saat Menwa Nasional Ungkap Tak Ada Kekerasan Tewasnya Lala UPN Veteran

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Rabu, 01 Des 2021 12:39 WIB
Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria.
Ahmad Riza Patria (Tiara Aliya/detikcom)
Jakarta -

Mahasiswi UPN Veteran Jakarta, Fauziyah Nabila atau Lala, meninggal dunia saat pembaretan Resimen Mahasiswa (Menwa). Komandan Komando Nasional (Dankonas) Menwa Indonesia Ahmad Riza Patria menuturkan tak ada unsur kekerasan dalam peristiwa itu.

"Yang pertama tentu kita berdukacita atas meninggalnya mahasiswa UPN yang mengikuti pembaretan Menwa di Sentul. Itu kejadian sudah 25 September lalu. Kami minta semua kegiatan-kegiatan kemahasiswaan agar mengikuti proses, harus izin orang tua, harus sepengetahuan kampus dan kegiatan ini memang sudah izin orang tua dan sepengetahuan kampus," kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (30/11/2021) malam.

Riza Paria mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan mengenai kasus itu. Hasilnya, kata Riza, tak ditemukan unsur kekerasan dalam peristiwa tewasanya Lala.

"Yang bersangkutan sudah dicek ternyata tidak ada unsur kekerasan atau pemukulan, jadi murni karena memang sakit kebetulan pada kegiatan tersebut," ujarnya.

Atas insiden ini, Wakil Gubernur DKI Jakarta itu mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya Lala. Riza yang mewakili Menwa Indonesia, mempersilakan pihak kampus mengusut tuntas peristiwa tersebut.

"Jadi mudah-mudahan yang bersangkutan husnul khotimah, keluarga juga sudah ikhlas dan merelakan dan sepenuhnya kita serahkan kepada kampus untuk menindaklanjuti apakah ada unsur-unsur lain di situ. Tapi setelah dicek tidak ada unsur kekerasan," ujarnya.

Respons Desakan Menwa Dibubarkan

Lebih lanjut, Riza memaklumi jika munculnya desakan agar Menwa dibubarkan. Kendati demikian, Riza menegaskan seluruh kegiatan Menwa bertujuan untuk mendidik mahasiswa dan menghindari segala bentuk kekerasan.

"Sejak dulu ada saja kelompok-kelompok, kegiatan-kegiatan sekolah, Pendidikan, sejak lama ada yang seperti itu tapi sejauh itu semakin ke sini semakin berkurang," jelasnya.

"Kita minta semua bentuk proses pendidikan dan latihan lebih mengedepankan kegiatan-kegiatan yang persuasif, kegiatan-kegiatan yang lebih baik, tidak boleh ada unsur unsur kekerasan atau menonjolkan kegiatan fisik. Fisik dibutuhkan tetapi tidak boleh dominan," sambungnya.

Simak video '2 Panitia Diksar Menwa UNS Solo Jadi Tersangka':

[Gambas:Video 20detik]