Ulah Bejat Predator Seks di Game Free Fire Incar Belasan Bocah

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 01 Des 2021 07:46 WIB
Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri membongkar kasus dugaan pelecehan seksual anak melalui game online bernama Free Fire (FF).
Bareskrim Polri mengungkap kasus predator seks melalui game Free Fire. (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Seorang pemuda inisial S (21) di Berau, Kalimantan Timur (Kaltim), harus berurusan dengan polisi karena menjadi predator seks melalui game Free Fire (FF). Dalam aksinya, S memberi iming-iming 'diamond' kepada sejumlah bocah yang menjadi korbannya.

S ditangkap Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri, Sabtu (9/10) di Berau. S ditetapkan menjadi tersangka kasus pelecehan seksual terhadap anak.

"Pada hari Sabtu tanggal 9 Oktober 2021 di Kecamatan Talisayan, Kabupaten Berau, Kaltim, sekitar jam 19.40 Wita, penyidik berhasil menangkap tersangka S," kata Kasubdit I Dittipidsiber Bareskrim Kombes Reinhard Hutagaol dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (30/11/2021).

Kasus pelecehan seksual yang dilakukan S bermula dari aduan mengenai konten negatif yang dilayangkan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Bareskrim kemudian menindaklanjuti aduan itu dengan membuat laporan polisi (LP) pada 22 September 2021.

Dalam aduan KPAI, ada keluhan dari masyarakat, yakni pada Agustus 2021, ada orang tua yang mengecek HP anaknya, D (9). Namun ternyata D tidak memberi izin orang tuanya untuk mengecek HP-nya.

Orang tua D pun curiga, lalu HP D dicek oleh orang tuanya ditemukan video porno. Orang tua juga mengecek percakapan aplikasi pesan WhatsApp dan kolom sampah di galeri HP D, lalu ditemukan video porno yang dihapus.

Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri membongkar kasus dugaan pelecehan seksual anak melalui game online bernama Free Fire (FF).Tampang S, predator seks terhadap anak-anak melalui game Free Fire (Agung Pambudhy/detikcom)

"Setelah ditanya kepada si anak, D mengaku video tersebut dikirim oleh teman main game-nya bernama Reza," ucap Reinhard.

Dari penjelasan polisi diketahui bahwa tersangka S berkenalan dengan D pertama kali melalui game online Free Fire. Polisi mengungkapkan bahwa S kerap bermain game bersama korban.

Tersangka S mengirim pesan kepada korban di game Free Fire. S merayu akan memberikan diamond, yang merupakan alat tukar premium berfungsi mengoptimalkan tampilan dan performa pemain bisa digunakan untuk membeli karakter, memperkuat senjata, dan mendapatkan item eksklusif di Free Fire.

Simak video 'Tak Cuma Minta Foto, Pelaku Pelecehan Via Game Online Ajak Korbannya VCS':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya: