Izin untuk Acara Khatam Al-Qur'an, Kontes Waria di Sulbar Dibubarkan Petugas

Abdy Febriady - detikNews
Rabu, 01 Des 2021 02:42 WIB
Polewali Mandar -

Petugas gabungan membubarkan kontes waria yang berlangsung di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Sulbar), karena tak sesuai dengan izin. Panitia kontes waria ini rupanya mengajukan izin kepada perangkat lingkungan sekitar untuk mengadakan acara khatam Al-Qur'an.

Kontes berlangsung di Kelurahan Pappang, Kecamatan Campalagian, Selasa (30/11), sekira pukul 22.00 Wita. Selama kegiatan berlangsung, para penonton tampak berkerumun.

Para waria itu terlihat berlenggak-lenggok di atas panggung. Kedatangan petugas membubarkan kegiatan kontes waria sempat mengundang perhatian hingga memicu sorakan.

Lurah Pappang, Nabil Widjan Al Hamdani, mengungkapkan pihaknya telah memberi peringatan kepada panitia pelaksana agar tidak menggelar kegiatan yang melanggar norma agama. Apalagi sebelumnya pelaksana kegiatan hanya meminta izin untuk melaksanakan acara akikah dan khatam Al-Qur'an.

Kontes waria di Sulbar dibubarkan petugas (Dok istimewa)Kontes waria di Sulbar dibubarkan petugas. (Foto: dok. istimewa)



"Awalnya yang bersangkutan meminta izin untuk acara akikah atau khatam Al-Qur'an. Kami dari pihak kelurahan mengizinkan dengan syarat, tidak ada kegiatan lain di luar kegiatan itu, dan memang kami sudah lengkapi surat pernyataan, yang bersangkutan tanda tangan di atas kertas bermeterai," ungkap Nabil saat dimintai konfirmasi wartawan di lokasi kegiatan kontes waria, Selasa (30/11/2021) malam.

Kesepakatan itu menjadi dasar bagi Nabil mengambil sikap dengan meminta bantuan kepolisian untuk membubarkan kontes waria berbalut hajatan keluarga tersebut.

"Melalui dasar itulah kami berbuat. Kami juga berkoordinasi dengan pihak keamanan, mengantisipasi kegiatan ini. Alhamdulillah malam ini, bersama-sama, kita membubarkan kegiatan ini, yang di luar kesepakatan dari yang punya hajatan," ungkapnya.

Kapolsek Campalagian Iptu Sukirno mengatakan pihaknya telah menyampaikan kepada pemilik hajatan agar tidak melakukan kegiatan yang melanggar aturan.



"Kami sudah menyampaikan tidak bisa memberikan izin, tapi kami tetap memberikan jalan karena acara keluarga, dengan catatan tidak ada kegiatan lain selain hajatan dan khatam Al-Qur'an," beber Sukirno.

"Setelah proses kegiatan, ternyata ada informasi, adanya tambahan kegiatan yang katanya banyak waria datang. Kami sudah tegaskan, jika mereka mau datang, silakan untuk berkunjung dan bersilaturahmi. Setelah itu kembali. Apabila yang kami sampaikan tidak mereka patuhi, tentunya saat kegiatan akan kami bubarkan," tandas Sukirno.

Sukirno memastikan akan memanggil pihak pelaksana kegiatan untuk dimintai klarifikasi terkait acara kontes waria tersebut.

"Langkah selanjutnya, sesuai perintah pimpinan, nanti pihak penanggung jawab akan diundang untuk dimintai keterangan dan pertanggungjawaban sebagai efek jera atas perbuatan dilakukan," tutupnya.

(isa/isa)